Menurut Handoko (2011 : 123) menyatakan bahwa untuk
mencapai karir yang diinginkan, diperlukan proses yang disebut
perencanaan karir. Perencanaan karir sangat diperlukan seseorang yang
ingin mencapai kesuksesan. Oleh karena itu, karir harus dibentuk melalui
perencanaan yang cermat yang dirinci atas beberapa konsep dasar sebagai
berikut :
a) Karir
Karir adalah perkembangan para karyawan secara individu dalam
jenjang jabatan/kepangkatan yang dapat dicapai selama masa kerja
dalam suatu organisasi atau perusahaan.
b) Jalur karir
Jalur karir adalah pola pekerjaan-pekerjaan berurutan yang membentuk
karir seseorang.
c) Sasaran-sasaran karir
Sasaran-sasaran karir adalah posisi di waktu yang akan datang dimana
seseorang berjuang untuk mencapai nya sebagai bagian dari karirnya.
d) Perencanaan karir
Perencanaan karir adalah proses dimana seseorang memilih sasaran
karir, dan jalur karir menuju sasaran tersebut.
e) Pengembangan karir
Pengembangan karir adalah peningkatan-peningkatan pribadi yang
dilakukan seseorang untuk mencapai suatu rencana karir.
Sedangkan dalam konsep karir, menurut Bernardin & Russel
(1993:341) menjelaskan bahwa pengembangan karir merupakan hasil dari
interaksi rencana karir individu dan proses manajemen karir instansi.
Perencanaan karir itu tidak dapat dipisahkan dari pengembangan
karir. Proses perencanaan karir ini menunjukkan bahwa mencapai sasaran
karirnya seseorang karyawan harus menentukan terlebih dahulu jalur-jalur
karir yang harus ditempuhnya. Adapun konsep karir menurut Bernardin &
Russel (1993:195), yaitu :
1) Sasaran/tujuan karir adalah posisi di waktu yang akan datang dimana
seseorang berjuang untuk mencapainya sebagai bagian dari karirnya.
2) Perencanaan karir adalah dimana seorang karyawan memilih sasaran
karir/jalur-jalur karir untuk mencapai sasaran karir tersebut.
3) Pengembangan karir adalah perbaikan pribadi yang dilakukan
karyawan untuk mencapai rencana karir pribadinya.
Dalam beberapa unsur yang mempengaruhi konsep dasar karir,
beberapa peneliti juga berpendapat sebagai berikut :
a) Perencanaan Karir
Menurut Nuraini (2013:69), Perencanaan Karir adalah proses
melalui masa seseorang memilih sasaran karir (posisi di waktu yang akan
datang) dan jalur karirnya (pola pekerjaan yang berurutan yang
membentuk karir).
Menurut Sunyoto (2015:165), Perencanaan Karir (career planning)
adalah proses yang dilalui oleh individu karyawan untuk mengidentifikasi
dan mengambil langkah-langkah untuk mencapai tujuan karirnya.
Dapat disimpulkan bahwa perencanaan karir adalah suatu rencana
yang cermat, dengan membutuhkan persiapan seperti pengalaman,
pendidikan,sikap atasan dan lain-lain dengan tujuan supaya karyawan
selalu siap terhadap berbagai kesempatan karir.
b) Pengembangan Karir
Menurut Sudiro (2011:1991), Pengembangan Karir adalah proses
peningkatan kemampuan kerja individu yang dicapai dalam rangka
mencapai karir yang diinginkan.
Menurut Martoyo (2007:74), Pengembangan Karir adalah suatu
kondisi yang menunjukkan adanya sebuah peningkatan-peningkatan status
seseorang pada suatu organisasi dalam jalur karir yang telah ditetapkan
dalam organisasi yang bersangkutan.
Dapat disimpulkan bahwa pengembangan karir merupakan
tanggung jawab suatu organisasi yang menyiapkan karyawan dengan
kualifikasi dan pengalaman tertentu, agar pada saat dibutuhkan organisasi
sudah memiliki karyawan dengan kualifikasi tertentu.
Fase dalam program pengembangan karir ada tiga, Ardana (2012 :
122-123), yaitu :
1) Fase Perencanaan
Di dalam fase perencanaan ini aktivitas menyelaraskan
rancangan karyawan dan rancangan perusahaan mengenai karir
di lingkungan sekitar. Tujuan fase ini adalah untuk
mengidentifikasikan kelebihan dan kekurangan karyawan
dalam melaksanakan tugas-tugasnya.
2) Fase Pengarahan
Fase pengarahan ini untuk membantu para karyawan agar
mampu mewujudkan perencanaannya menjadi kenyataan, yaitu
dengan memantapkan karir yang diinginkannya, dan mengatur
langkah-langkah yang harus ditempuh untuk mewujudkannya.
Sehingga dari pernyataan di atas dapat disimpulkan ada tiga
cara pendekatan, yaitu :
- Pengarahan dengan menyelenggarakan konseling karir
- Pendekatan dengan menyelenggarakan pelayanan informasi
karir
Pemberian pendidikan karir kepada karyawan untuk
mengembangkan pengetahuan dan kemampuan yang
dimiliki oleh karyawan tersebut.
3) Fase Pengembangan
Fase pengembangan ini tenggang waktu yang dipergunakan
karyawan untuk memenuhi persyaratan yang melakukan
perpindahan dari suatu posisi ke posisi lain yang
diinginkannya. Selama fase ini, karyawan dapat melakukan
kegiatan memperbaiki dan meningkatkan pengetahuan,
ketrampilan, sesuai posisi yang diinginkan. Sehingga karyawan
harus berusaha mewujudkan kreativitas dan inisiatifnya yang
dapat mendukung untuk memasuki posisi atau jabatan pada
masa mendatang
c) Jalur Karir
Menurut Arrizal (2011:11), Jalur Karir adalah pola jabatan
berurutan yang membentuk karir seorang pegawai.
Menurut Simamora (2006:432) jalur karir adalah gambaran tujuan
urut-urutan pengalaman kerja oleh seorang individu di dalam sebuah
organisasi.
Jalur karir biasanya berfokus pada mobilitas ke atas dalam sebuah
pekerjaan tertentu. Jalur karir tradisional biasanya berbentuk linier,
mengukur keberhasilan melalui promosi ke jenjang yang lebih tinggi dan
peningkatan gaji. Di samping jalur tradisional, ada tiga jalur karir lain
yang dapat digunakan, yaitu network, lateral, dan dual (Bianca &
Susihono (2012:172) :
1) Jalur Karir Tradisional
Pada jalur karir tradisional, seorang pekerja bergerak secara
vertikal di dalam organisasi, dari satu jabatan yang spesifik ke jabatan
berikutnya. Asumsinya adalah, bahwa setiap jabatan yang mendahului
sangat penting untuk mempersiapkan diri agar pekerja dapat memangku
jabatan yang lebih tinggi. Oleh sebab itu, pekerja harus bergerak step by
step, dari satu jabatan ke jabatan lain untuk mendapatkan pengalaman dan
persiapan yang kira-kira diperlukan. Jalur seperti ini lazimnya dijumpai
pada pekerjaan administrasi dan produksi.
2) Jalur Karir Jaringan
Jalur Karir Jaringan atau Network Career Path berisi rangkaian
jabatan yang berbentuk vertikal dan serangkaian peluang jabatan yang
arahnya horizontal. Jalur ini mengakui kebutuhan untuk memperluas
pengalaman pada satu tingkat, sebelum dipromosikan ke tingkat yang
lebih tinggi. Pendekatan ini memberikan peluang yang lebih realistis.
3) Jalur Keterampilan Lateral
Jalur Keterampilan Lateral atau Lateral Skill Path adalah jalur karir
yang memungkinkan perpindahan ke samping di dalam perusahaan, yang
ditempuh agar seorang karyawan dapat direvitalisasi untuk menemukan
tantangan-tantangan baru. Perpindahan ini tidak harus berbentuk promosi
atau disertai kenaikan gaji, tapi dengan mempelajari pekerjaan baru dan
diberi semangat baru. Salah satu pendekatan yang dapat digunakan dalam
jalur karir ini adalah job enrichment. Pendekatan ini memberi imbalan atau
tanpa promosi jabatan kepada karyawan dengan memberikan tugas-tugas
yang lebih menantang, pekerjaan yang bermakna, dan memberikan sense
of accomplishment yang lebih besar.
4) Jalur Karir Ganda
Jalur karir ganda semula dikembangkan untuk mengatasi masalah
adanya para pekerja yang secara teknis telah terlatih, tetapi tidak punya
keinginan untuk bekerja di bidang manajemen yang merupakan prosedural
normal untuk bergerak ke jenjang yang lebih tinggi dalam organisasi. Jalur
karir ini mengakui bahwa para technical specialist dapat dimungkinkan
untuk menyumbangkan keahlian mereka kepada organisasi tanpa perlu
menjadi manajer. Konsekuensinya, jalur ini menyediakan alternatif
pengembangan bagi para pekerja seperti ilmuwan, peneliti, atau insinyur.
Orang-orang dalam bidang seperti itu dapat meningkatkan pengetahuan
mereka, memberikan kontribusi bagi perusahaan, dan tetap dihargai tanpa
perlu masuk ke bidang manajemen.
Dapat disimpulkan bahwa jalur karir merupakan urut-urutan posisi
jabatan yang dipegang seseorang ketika bekerja di dalam suatu organisasi.
Dalam menentukan jalur karir, hendaknya harus memperhatikan
kemampuan, pengetahuan, dan ketrampilan yang dimiliki karyawan
