Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pengembangan Karir


Dalam Suntoyo, (2019:186) menjelaskan bahwa ada beberapa faktor yang
dapat mempengaruhi pengembangan karir berupa sebagai berikut:
a. Hubungan Antara Karyawan dan Organisasi
Pada keadaan ideal biasanya karyawan dan organisasi perusahaan akan
berada dalam situasi hubungan yang saling menguntungkan. Pada situasi
ini karyawan dan organisasi mampu mencapai tingkat produktivitas yang
tinggi. Maka, dengan terciptanya hubungan yang baik antara karyawan
dan organisasi perusahaan. Hal tersebut dapat mempengaruhi
pengembangan karir.
b. Personalitas Karyawan
Personalitas atau kepribadian karyawan yang baik menjadi salah satu tolak
ukur penilaian karyawan yang dilakukan oleh manajemen karir karyawan.
Karyawan yang memiliki sikap tanggung jawab yang tinggi, loyalitas
terhadap perusahaan,dan disiplin akan menjadi poin penting yang baik
bagi karyawan dimasa yang akan datang. Sedangkan jika kepribadian
karyawan menyimpang seperti, egois, apatis, dan terlalu emosional akan
sulit dibina oleh manajemen karir, karena personalitas nya yang cenderung
tidak peduli dengan reputasi karirnya.
c. Faktor-Faktor Eksternal
Apabila karyawan sedang mempromosikan ke jabatan yang lebih
tinggi,namun hal tersebut harus terkendala karena adanya pihak yang
dikeluarkan dari luar organisasi. Faktor eksternalini yang dapat
mempengaruhi manajemen karir menjadi tidak jelas karena intervensi atau
campur tangan dari pihak luar.
d. Politisasi dalam Organisasi
Manejemen karir karyawan dapat terkendala jika ada faktor lain seperti
hubungan relasi teman, nepotisme, intrik-intrik dan hal lainnya yang
mempengaruhi karir karyawan dibandingkan dengan prestasi kerja
karyawan. Atau dalam arti lain tingkat politik dalam perusahaan sudah
tidak sehat, maka hal ini membuat manajemen karir dapat dipastikan akan
mati dengan senidrinya.
e. Sistem Penghargaan
Sistem manajemen sangat berpengaruh terhadap berbagai macam haldalam
perusahaan. Seperti apabilan organisasi memberikan sistem penghargaan
yang baik yang ditunjukan pada setiap prestasi karyawan dengan
memberikan kredit poin dalam jumlah tertentu.
f. Jumlah Karyawan
Berdasarkan realita yang terjadi dapat dikatakan bahwa semakin banyak
karyawan maka akan semakin ketat persaingan karyawan dalam
mendapatkan posisi jabatan yang diinginkan, dan apabila semakin sedikit
jumlah karyawan dalam perusahaan maka potensi karyawan semakin besar
dalam mendaptkan posisi jabatan yang diinginkan dalam meraih tujuan
karir.
g. Ukuran Organisasi
Pada ukuran organisasi apabila semakin besar organisasi, maka jumlah
jabatan dan jumlah personel karyawan akan lebih banyak. Selanjutnya
akan semakin kompleks tugas manajemen karir karyawan. Tetapi,
kesempatan untuk promosi jabatan dan rotasi karyawan menjadi lebih
banyak.
h. Kultur atau Budaya Organisasi
Organisasi perusahaan pastinya memiliki budaya organisasi dan aktivitas
kebiasaan tertentu.adayang berkultur professional, rasional, objektif, dan
demokratis. Di mana kultur ini akan lebih menghargai prestasi kerja
karyawan dan mememetingkan senioritas karyawan.
i. Tipe Manajemen
Berdasarkan teoretis normatif, semua manajemen sama. Tetapi dalam
implementasinya, manajemen organisasi kemungkinan akan berlainan
dengan manajemen organisasi yang lain. Jika manajemen bersifat tertutup
maka keterlibatan karyawan dalam hal pembinaan karirnya akan lebih
kecil. Sedangkan jika manajemen cenderung bersifat terbuka maka
keterlibatan karyawan dalam pembinaan karir cenderung lebih besar.