Indikator Pengembangan Karir


Dalam mengukur tercapainya suatu variabel, maka dibutuhkan indikatorindikator yang tepat untuk dapat menjadi segala macam gejala atau suatu
Tindakan nyata yang akan mempengaruhi suatu halseperti pengembanagan karir.
Menururt Rivai (2018: 44-45) menyatakan bahwa indikator
pengembangan karir adalah sebagai berikut:

  1. Prestasi Kerja
    Asumsi kinerja karyawan yang baik melandasi seluruh aktivitas
    pengembangan karir, Ketika kinerja karyawan berada di bawah standar
    dan tidak fokus pada pengembangan karir yang lain, maka tujuan karir
    yang paling sederhana sekalipun tidak akan tercapai. Dari hal ini terlihat
    bahwa kemajuan karir terletak pada kinerja karyawan dan prestasi
    karyawan.
  2. Eksposur (Exposure)
    Eksposur untuk memahami apa yang diharapkan dari adanya pemindahan,
    promosi atau kesempatan kerja lain dengan melakukan tugas kondusif.
    Dengan adanya eksposur, karyawan dapat mengetahui peluang apa yang
    diperlukan dalam mencapai tujuan karir.
  3. Jaringan Kerja (Networking)
    Adanya hubungan jaringan antar karyawan satu dengan karyawan yang
    lain dan dengan kelompok professional, situasi ini akan memberikan suatu
    ikatan kerja atau jaringan kerja yang baik dalam organisasi perusahaan.
    Jaringan kerja tersebut nantinya akan sangat bermanfaat untuk karyawan
    dalam pengembangan karir.
  4. Pembimbing dan Sponsor
    Dengan adanya mentor, dapat membantu karyawan untuk mengevaluasi
    segala aktivitas Kinerjanya. Selanjutnya ini akan berdampak pada
    pengembangan karir karyawan dimana masukan dan nasehat yang
    diberikan oleh pembimbing ini dapat membantu karyawan dalam proses
    pengembangan karir.