Dimensi dan indikator kinerja yang digunakan dalam penelitian ini
mengadaptasi teori yang diutarakan oleh Mangkunegara (2011:61) yang dibagi
kedalam lima dimensi dan sepuluh indikator, yaitu:
- Kuantitas
Kuantitas kerja adalah seberapa lama seorang pegawai bekerja dalam satu
harinya, Kuantitas kerja ini dapat dilihat dari kecepatan kerja setiap pegawai itu
masing-masing, selain itu juga merupakan jumlah yang dihasilkan dinyatakan
dalam istilah seperti jumlah unit, jumlah siklus aktivitas yang disesaikan.
Menunjukan banyaknya jumlah jenis pekerjaan yang dilakukan dalam suatu waktu
sehingga efisiensi dan efektivitas dapat terlaksana sesuai dengan tujuan perusahaan.
Dimensi kuantitas kerja diukur dua indikator yaitu.
a. Kecepatan.
b. Kemampuan. - Kualitas
Kualitas kerja adalah seberapa baik seorang karyawan mengerjakan apa
yang seharusnya dikerjakan, biasanya diukur melalui ketepatan, ketelitian,
ketrampilan, kebersihan hasil kerja, keterkaitan hasil kerja dengan tidak
mengabaikan volume pekerjaan serta kesempurnaan tugas terhadap keterampilan
dan kemampuan karyawan. Adanya kualitas kerja yang baik dapat menghindari
tingkat kesalahan, dalam penyelesaian suatu pekerjaan yang dapat bermanfaat bagi
kemajuan perusahaan.
Dimensi kualitas kerja diukur dengan menggunakan tiga indikator, yaitu.
a. Kerapihan.
b. Ketelitian.
c. Hasil Kerja.
36 - Kerja Sama
Tidak semua pekerjaan dapat diselesaikan oleh satu orang saja. Untuk jenis
pekerjaan tertentu mungkin harus diselesaikan dua orang karyawan atau lebih,
sehingga membutuhkan kerjasama antar karyawan. Kinerja karyawan dapat dinilai
dari kemampuannya bekerjasama dengan rekan sekerja lainnya.
Dimensi kerja sama diukur dengan menggunakan dua indikator.
a. Jalinan kerja sama.
b. Kekompakan. - Tanggung Jawab
Tanggung jawab terhadap pekerjaan adalah kesadaran akan kewajiban
karyawan untuk melaksanakan pekerjaan yang diberikan perusahaan, selain itu
kesanggupan seorang tenaga kerja dalam menyelesaikan tugas dan pekerjaan yang
diserahkan kepadanya dengan sebaik-baiknya dan tepat waktu serta berani memikul
resiko atas keputusan yang diambilnya atau tindakan yang dilakukannya.
Dimensi tanggungjawab diukur dengan menggunakan dua indikator yaitu.
a. Hasil kerja.
b. Mengambil keputusan. - Inisiatif
Inisiatif yaitu berkaitan dengan daya pikir dan kreatifitas dalam membentuk
ide untuk merencanakan sesuatu yang berkaitan dengan tujuan organisasi. Dimensi
inisiatif diukur dengan menggunakan satu indikator yaitu kemampuan
