Standar kinerja sebagaimana yang dijelaskan Abdullah (2014:115),
memiliki fungsi antara lain:
- Sebagai tolak ukur (benchmark) untuk menentukan keberhasilan dan
ketidakberhasilan kinerja ternilai. - Memotivasi karyawan agar bekerja lebih keras untuk mencapai standar.
Untuk menjadikan standar kinerja yang benar-benar dapat memotivasi
karyawan perlu dikaitkan dengan reward atau imbalan dalam sistem
kompensasi. - Memberikan arah pelaksanaan pekerjaan yang harus dicapai baik kuantitas
maupun kualitas. - Memberikan pedoman kepada karyawan berkenaan dengan proses
pelaksanaan pekerjaan guna mencapai standar kinerja yang ditetapkan.
