Tujuan Pengembangan Karir


Tujuan dari seluruh program pengembangan karir adalah untuk
menyelesaikan antara kebutuhan dan tujuan karyawan dengan kesemptan karir
yang tersedia di perusahaan saat ini dan masa mendatang, karena itu usaha
pembentukan pengembangan karir yang dirancang secara baik akan dapat
membantu karyawan dalam mentukan kebutuhan karir mereka sendiri, dan
menyesuaikan antara kebutuhan karyawan dengan perusahaan..
Adapun tujuan pengembangan karir menurut J. Andrew dalam Nurzaman
(2014:274) adalah sebagai berikut:

  1. Membantu tujuan individu dan perusahaan dalam pengembangan karir
    karyawan yang merupakan hubungan timbal balik yang bermanfaat bagi
    kesejahteraan karyawan dan tercapainya tujuan perusahaan. Seorang
    pegawai yang sukses dengan prestasi yang bekerja sangat baik pada
    posisi jabatan yang lebih tinggi, ini menunjukkan bahwa mencapai tujuan
    perusahaan dan tujuan individu.
  2. Menunjukkan hubungan kesejahteraan pegawai perusahaan
    merencanakan karir pegawai dengan meningkatkan kesejahteraannya
    sehingga memiliki loyalitas yang lebih tinggi.
  3. Membantu menyadari bahwa kemampuan potensinya. Pengembangan
    karir membantu menyadarkan pegawai akan siap untuk suatu jabatan
    tertentu sesuai dengan potensi dan keahliannya.
  4. Memperkuat hubungan antara pegawai dan perusahaan pengembangan
    karir akan meningkatkan hubungan dan sikap pegawai terhadap
    perusahaannya.
  5. Membuktikan tanggung jawab sosial pengembangan karir suatu cara
    menciptakan iklim kerja yang positif dan pegawai yang lebih bermental
    sehat.
  6. Membantu meningkatkan program-program perusahaan pengembangan
    membantu program-program lainnya agar mencapai tujuan perusahaan.
  7. Mengurangi turnover (pergantian karyawan karena mengundurkan diri)
    dan biaya kepegawaian pengembangan karir dapat menjadikan turnover
    rendah dan begitu pula biaya kepegawaian menjadi lebih efektif.
  8. Mengurangi keusangan profesi dan manajerial pengembangan karir dapat
    menghindarkan dari keusangan dan kebosanan profesi dan manajerial.
  9. Menggiatkan analisis dari total pegawai perencanaan karir yang
    mengintegrasikan perencanaan kerja dan kepegawaian.
  10. Menggiatkan pemikiran (pandangan) jarak waktu yang panjang
    pengembangan karir berhubungan dengan jarak dan waktu yang panjang.
    Hal ini karena penempatan suatu posisi jabatan memerlukan pesyaratan
    dan kualifikasi yang sesuai porsinya.