Konsep kompetensi sudah diterapkan dalam berbagai aspek
dari manajemen sumberdaya manusia walaupun yang paling banyak
adalah pada bidang rekrutmen, seleksi, sistem remunerasi, dan
pelatihan serta pengembangan.
Menurut Ruky dalam bukunya (Sutrisno:2009)
mengemukan konsep kompetensi menjadi semakin popular dan
sudah banyak digunakan oleh perusahaan-perusahaan besar untuk
berbagai alasan yaitu :
a) Memperjelas standar kerja dan harapan yang ingin dicapai
Model kompetensi akan mampu menjawab dua pertanyaan
dasar: pertama, pengetahuan, keterampilan dan karakteristik
apa yang dibutuhkan dalam pekerjaan, serta perilaku apa saja
yang berpengaruh langsung dengan kinerja. Kedua, hal tersebut
akan banyak membantu dalam mengurangi pengambilan
keputusan secara subjektif dalam bidang sumberdaya manusia.
b) Alat seleksi karyawan
Penggunaan kompetensi standart sebagai alat seleksi dapat
membantu organisasi untuk memilih calon karyawan yang
terbaik dengan kejelasan terhadap perilaku efektif yang
diharapkan dari karyawan. Kita dapat mengarahkan pada
sasaran yang selektif serta mengurangi biaya rekrutmen yang
tidak perlu. Caranya dengan mengembangkan suatu perilaku
yang dibutuhkan untuk setiap fungsi jabatan serta focus
wawancara seleksi pada perilaku dicari.
c) Memaksimalkan produktivitas karyawan
Tuntutan untuk menjadi suatu oraganisasi yang ramping.
Mengharuskan kita untuk mencari karyawan yang dapat
dikembangkan secara terarah untuk menutupi kesenjangan
dalam keterampilannya sehingga mampu untuk dimobilisasikan
secara vertikal maupun horizontal.
d) Dasar untuk mengembangkan sistem renunerasi
Model kompetensi dapat digunakan untuk mengembangkan
sistem remunerasi (imbalan) yang dianggap lebih adil.
Kebijakan remunerasi akan lebih terarah dan transparan dengan
mengaitkan sebanyak mungkin keputusan dengan suatu
perilaku yang diharapkan yang ditampilkan seorang karyawan.
e) Mempermudah adaptasi terhadap perubahan global
Perubahan global berdampak pada pekerjaan yang sangat cepat
berubah dan kebutuhan akan kemampuan baru terus meningkat.
Model kompetensi memberikan sarana untuk menerapkan
keterampilan apa saja yang dibutuhkan untuk memenuhi
kebutuhan yang selalu berubah.
f) Menyelaraskan perilaku pekerja
Model kempetensi adalah cara yang paling mudah untuk
mengkomunikasikan nilai-nilai dan hal-hal apa saja yang
menjadi fokus dalam kerja karyawan
