Menurut Sedarmayanti dalam (Leuhery & Manuhutu, 2018)Indikator-
indikator lingkungan kerja fisik adalah sebagai berikut:
a. Penerangan/cahaya di tempat kerja
Cahaya atau penerangan sangat besar manfaatnya bagi pegawai guna
mendapat keselamatan dan kelancaran kerja, oleh karena itu, perlu diperhatikan
adanya penerangan (cahaya) yang terang tetapi tidak menyilaukan. Cahaya yang
kurang jelas (gelap) mengakibatkan penglihatan menjadi kurang jelas, sehingga
pekerjaan akan lambat, banyak mengalami kesalahan, dan bisa mengganggu
kesehatan mata yang pada akhirnya menyebabkan kurang efisien dalam
melaksanakan pekerjaan, sehingga tujuan organisasi sulit tercapai.
b. Sirkulasi udara ditempat kerja
Oksigen merupakan gas yang dibutuhkan oleh semua makhluk hidup untuk
menjaga kelangsungan hidup, yaitu untuk proses metabolisme. Udara di sekitar
dikatakan kotor apabila kadar oksigen dalam udara berkurang dan telah
bercampur dengan gas atau bau-bauan yang berbahaya bagi kesehatan tubuh.
Menanamkan banyak tanaman di area tempat bekerja dapat menghasikjan oksigen
yang cukup.
c. Suara di tempat kerja
Salah satu polusi yang cukup menyibukkan para pakar untuk mengatasinya
adalah kebisingan. Kebisingan merupakan bunyi yang tidak dikehendaki oleh
telinga. Tidak dikehendaki, karena terutama dalam jangka panjang bunyi tersebut
dapat mengganggu ketenangan bekerja, merusak pendengaran, dan menimbulkan
kesalahan komunikasi.
d. Aroma di tempat kerja
Aroma yang mengganggu dianggap sebagai pencemaran karena dapat
merusak konsentrasi bekerja. Apabila terjadi secara terus-menerus dapat
mempengaruhi kepekaan penciuman. Penggunaan air conditioner (AC) yang tepat
bisa menjadi solusi dalam mengurangi tingkat aroma yang mengganggu ditemapt
kerja.
e. Keamanan di tempat kerja
Dalam menjaga tempat dan kondisi lingkungan kerja agar tetap dalam
keadaan aman maka perlu diperhatikan adanya keamanan dalam bekerja. Oleh
karena itu. salah satu faktor yang dapat menjaga keamanan ditempat kerja adalah
memanfaatkan tenaga Satuan Petugas Pengama
