Pengaruh Kompetensi terhadap Kinerja Pegawai


Kompetensi dan kinerja pegawai tetap memiliki keterkaitan dalam aktivitas
sebuah organisasi, walaupun kedua hal ini adalah hal yang berbeda. Kompetensi
dapat mempengaruhi kinerja karena dapat meningkatkan kinerja pegawai.
Sehingga, tujuan setiap organisasi akan tercapai dan mendapatkan hasil kerja yang
maksimal. Keith Davis dalam (Febrina, 2015) merumuskan:
Human Perfomance = Ability x motivation
Motivation = Attitude x Situation
Ability = Knowledge x Skill
Penjelasan atas teori yang dikemukakan oleh Keith Devis sebagai berikut:
a. Faktor kemampuan (Ability)
Secara Psikologis, kemampuan (Ability) terdiri dari kemampuan potensi
(IQ)dan kemampuan reality (knowledge + skill). Artinya, pimpinan dan karyawan
yang memiliki kemampuan seperti IQ dan pendidikan yang lebih unggul
dibanding orang lain akan menduduki jabatan yang dibutuhkan dan terampil
dalam mengerjakan pekerjaan sehari-hari, maka akan lebih mudah mencapai
kinerja maksimal.
b. Faktor motivasi (Motivation)
Motivasi diartikan suatu sikap (attitude) atasan da bawahan terhadap situasi
kerja (situation) di lingkungan organisasi. Seseorang memiliki sikap yang positif
(pro) terhadap situasi kerjanya, maka ia akan menunjukan motivasi kerja tinggi
dan begitu juga sebaliknya. Jika seseorang memiliki sikap negatif (kontra)
terhadap situasi kerjanya, maka ia akan menunjukan motivasi kerja yang rendah.
Situasi kerja adalah kondisi seperti hubungan kerja, fasilitas kerja, iklim kerja,
kebijakan pimpinan, pola kepemimpinan kerja dan kondisi kerja