Indikator Budaya Organisasi


Menurut Robbins dan Coulter (2007) dalam (Sagita, Susilo, & W.S,
2018) mengemukakan indikator budaya organisasi yaitu :
1) Innovation and risk taking (inovasi dan pengambilan resiko)
Pegawai didorong untuk inovatif dan mengambil resiko. Pegawai
juga harus pandai dalam mengambil keputusan, hal ini diperlukan ketika
dihadapkan pada suatu masalah yang harus dihadapi sendiri.
2) Attention to detail (perhatian ke hal yang rinci atau detail)
Pegawai diharapkan memperlihatkan presisi (kecermatan),
analisis, dan perhatian pada rincian.
3) Outcome orientation (orientasi hasil)
Manajemen memusatkan perhatian pada hasil, bukan pada teknik
dan proses yang digunakan untuk mencapai hasil itu.
4) People orientation (orientasi orang)
Keputusan manajemen menghasilkan efek pada orang-orang
didalam organisasi, apakah keputusan tersebut mampu memengaruhi
orang yang ada dalam organisasi tersebut atau tidak.
5) Team orientation (orientasi tim)
Kegiatan kerja diorganisasikan sekitar tim-tim, bukan hanya
individu-individu.Secara garis besar kegiatan ini melibatkan seluruh
anggota dalam organisasi.
6) Aggressiveness (keagresifan)
Pegawai harus agresif dan kompetitif, bukan hanya bekerja
sekenanya atau sesuai dengan keinginannya tanpa memikirkan target dan
pengembangan kinerja.
7) Stability (kemantapan atau stabilitas)
Kegiatan organisasi menekankan dipertahankannya status quo
dari pada pertumbuhan