Faktor – Faktor yang Mempengaruhi Budaya Organisasi


Rivai (2009) membagi faktor – faktor budaya organisasi menjadi 2
yaitu :
1) Faktor dari luar, antara lain :
a) Intensitas, dimana semakin besar intensitas stimulus dari luar,
semakin besar juga hal ini dapat dipahami.
b) Ukuran, dimana semakin besar suatu objek maka akan semakin
mudah dipahami.
c) Berwarna atau kontras.
d) Pengulangan stimulus dari luar, yang diulang akan memberikan
banyak yang lebih besar dari pada yang sekali dilihat atau didengar.
2) Faktor dari dalam, antar lain :
a) Belajar, karyawan akan mempelajari budaya perusahaan tempat ia
bekerja. Hasil belajar berupa peningkatan pengetahuan dan
pemahaman karyawan tentang budaya organisasi.
b) Motivasi yaitu, motivasi karyawan menggerakkan karyawan untuk
mempelajari atau melakukan nila – nilai yang ada pada budaya
organisasi. Kepribadian yaitu penyesuaian kepribadian masing –
masing karyawan terhadap nilai yang ada pada budaya organisasi.
Faktor yang mempengaruhi budaya organisasi oleh Luthfans (dalam
Hapsari 2006). Ada empat faktor budaya organisasi yaitu : 1).
Kondisi fisik 2). Kondisi mental perilaku 3). Kondisi sosio ekonomi dan
budaya 4). Kondisi lingkungan khusus.
1) Kondisi fisik, seseorang berhubungan erat dengan perawatan kesehatan
yang baik. Ditandai dengan kebugaran yang memuaskan, jauh dari sakit
dan penyakit yang berkepanjangan, yang dapat mengganggu kehidupan
sehari – hari, lingkungan hidup, masalah perubahan dengan kepadatan
penduduk yang tinggi, apalagi dikota besar sehingga berpengaruh
terhadap kesehatan lingkungan dan kondisi fisik seseorang.
32
2) Kondisi mental psikis, alam pikiran, emosi dan kondisi kejiwaan
seseorang adalah motor atau dasar dalam tingkah laku, berinterkasi
dengan orang lain, berkarya dan berpengaruh terhadap perasaan bahagia
atau tidak bahagia. Kondisi mental psikis iini ditandai dengan perasaan
puas, bahagia dalam kehidupan sehari – hari.
3) Kondisi sosio – ekonomi dan budaya. Setiap orang yang mencapai usia
dewasa seyogyanya mempunyai status dan bias memperlihatkan
peranannya secara wajar. Ditandai dengan adanyab jabatan, pangkat,
pekerjaann yang memungkinkan dapat memenuhi kebutuhan dasar dan
minimal sebagai anggota masyarakat. Kondisi keluarga dan masyarakat
banyak pula dipenuhi oleh faktor budaya, bersifat material dan material
yang sering menimbulkan ketidakseimbangan dalam keluarga.
4) Kondisi lingkungan khusus. Kebahagiaan dan ketidakseimbangan dalam
keluarga dipengaruhi oleh lingkungan hidup yang secara khusus
berpengaruh, misalnya limgkungan pekerjaan. Hubungan anggota
keluarga dalam pekerjaan mengalami gangguan atau hambatan akan
bertakwa dalam keluarga, dengan demikian berakibat negatif bagi diri
sendiri maupun orang lain