Faktor yang mempengaruhi lingkungan kerja non fisik menurut Sedarmayanti
(2011) adalah
a. Perhatian dan dukungan pemimpin yaitu sejauh mana karyawan
merasakan bahwa pimpinan sering memberikan pengarahan dan
perhatian serta menghargai mereka.
b. Kerjasama antar kelompok yaitu sejauh mana karyawan merasakan ada
kerjasama yang baik diatara kelompok yang ada.
c. Kelancaran komunikasi yaitu sejauh mana karyawan merasakan adanya
komunikasi yang baik, terbuka dan lancar baik antara teman sekerja
maupun dengan pimpinan
Selanjutnya, menurut Sunyoto (2012), faktor-faktor yang dapat
mempengaruhi lingkungan kerja non fisik dibagi menjadi dua, yaitu hubungan
individu dan hubungan kelompok.
a. Hubungan individu
Diperoleh seorang karyawan yang datangnya dari rekan-rekan kerja
sekerja maupun atasan.
b. Hubungan kelompok
Sebuah kelompok yang terdiri dari dua orang atau lebih yang memiliki
kesamaan dalam hal jenis kelamin, minat, kemauan, dan kemampuan yang
sama.
Jika hubungan diantara rekan kerja baik individu maupun kelompok kurang
harmonis, maka akan mengakibatkan terganggunya kondisi lingkungan kerja.
Lebih lanjut dijelaskan oleh Mangkunegara (2010) lingkungan kerja non fisik
terdiri dari lingkungan kerja temporal dan lingkungan kerja psikologis:
a. Lingkungan Kerja Temporal
1) Waktu jumlah jam kerja
Dalam kebijakan kepegawaian Indonesia, standar jumlah jam kerja minimal
35 jam dalam seminggu. Pegawai dikategorikan pekerja penuh apabila mereka
bekerja minimal 35 jam dalam seminggu. Sebaliknya, pegawai yang bekerja
kurang dari 35 jam dalam seminggu, dikategorikan setengah pengangguran.
2) Waktu istirahat kerja
Waktu istirahat kerja perlu diberikan kepada karyawan agar mereka dapat
memulihkan kembali rasa lelahnya. Dengan adanya waktu istirahat yang cukup,
karyawan dapat bekerja lebih semangat dan bahkan meningkatkan produksi serta
efisiensi.
b. Lingkungan Kerja Psikologis
1) Kebosanan
Kebosanan kerja dapat terjadi akibat rasa tidak enak, pekerjaan yang
monoton, kurang bahagia, kurang istirahat, dan kelelahan. Untuk mengurangi
kebosanan dalam bekerja, perusahaan dapat melakukan penempatan kerja yang
sesuai dengan bidang keahlian dan kemampuan karyawan, pemberian motivasi
dan rotasi kerja.
2) Pekerjaan yang monoton
Suatu pekerjaan yang sifatnya rutin tanpa variasi akan dapat menimbulkan
rasa bosan karena pekerjaan yang dilakukan sama saja, sehingga menimbulkan
kemalasan yang dapat mengakibatkan kegiatan bekerja berkurang yang
mengakibatkan menurunnya motivasi kerja karyawan.
3) Keletihan
Keletihan bekerja terdiri dari dua macam, yaitu keletihan psikis dan keletihan
psikologis. Penyebab keletihan psikis adalah kebosanan kerja sedangkan keletihan
psikologis dapat mengakibatkan meningkatnya kesalahan dalam bekerja,
meningkatkan absensi, turn over, dan kecelakaan kerja
