Teori ini dikemukakan oleh Abraham Maslow dalam Purwati dan
Agustian (2023) yang menyatakan bahwa manusia dimotivasi untuk
memuaskan sejumlah kebutuhan yang melekat pada diri setiap manusia
yang cenderung bersifat bawaan. Kebutuhan ini terdiri dari lima jenis
dan terbentuk dalam suatu hierarki dalam pemenuhan, dalam arti
manusia pada dasarnya pertama sekali akan berusaha memenuhi
kebutuhan tingkat pertama, kemudian kebutuhan tingkat kedua dan
seterusnya, dan pemenuhan semua kebutuhan inilah yang menimbulkan
motivasi seseorang. Laa dan Susanto (2023) menyatakan bahwa
motivasi kerja adalah pemberi daya gerak yang menciptakan kegairahan
kerja dalam diri seseorang untuk pekerjaan secara efektif, dan
terintegritas untuk mencapai tingkat kinerja. Hasil penelitian yang
dilakukan oleh Hatimatunnisani, Veranita, dan Rochmawati (2023)
menunjukkan bahwa variabel motivasi kerja berpengaruh terhadap
kinerja karyawan
