Adapun yang mendorong manusia bekerja adalah harapan untuk dapat
imbalan yang pantas dengan tenaga maupun pikiran yang telah
dikeluarkan. Hampir bisa dipastikan setiap perbuatan manusia
didasarkan atas keinginan untuk mendapatkan balasan yang setimpal
dengan demikian setiap pimpinan berkewajiban memperhatikan dan
memahami para karyawannya terutama yang berhubungan dengan daya
dorongan pada setiap karyawannya tersebut.
Oleh karena manusia berbeda-beda, maka cukup sulit untuk
merumuskan motivasi yang dapat berlaku untuk semua karyawan dan
berlaku setiap saat. Justru kesulitan inilah yang mendorong para
pimpinan perusahaan untuk mencari jalan dalam memotivasi
karyawannya yang mempunyai banyak perbedaan. Sehingga seseorang
pemimpin diharapkan dapat mengetahui tentang asas-asas motivasi.
Hasibuan (2017,p.146) menyatakan bahwa ada 6 (enam) asas motivasi,
sebagai berikut :
1) Asas Mengikutsertakan
Artinya mengajak karyawan untuk ikut berpartisipasi dan
memberikan kesempatan kepada mereka mengajukan pendapat dan
rekomendasi dalam proses pengambilan keputusan.
2 ) Asas Komunikasi
Artinya menginformasikan secara jelas tentang tujuan yang ingin
dicapai, cara-cara mengerjakannya dan kendala-kendala yang
dihadapi.
3) Asas Pengakuan
Artinya memberikan penghargaan, pengujian dan pengakuan yang
tepat serta wajar kepada bawahan atas prestasi kerja yang
dicapainya.
4) Asas Wewenang yang didelegasikan
Artinya memberikan kewenangan dan kepercayaan diri pada
karyawan, bahwa dengan kemampuan dan kreativitasnya ia mampu
mengerjakan tugas-tugas itu dengan baik.
5) Asas adil dan layak
Artinya alat dan jenis motivasi yang memberikan harus berdasarkan
atas “asas keadilan dan kelayakan” terhadap semua karyawan.
6) Asas perhatian timbal balik
Artinya karyawan yang berhasil mencapai tujuan dengan baik maka
pimpinan harus bersedia memberikan alat dan jenis motivasi.
Tegasnya kerjasama yang saling menguntungkan kedua belah pihak
