Teori Motivasi Kerja


Menurut Siagian (2012,p.160), ada beberapa model atau teori tentang
motivasi kerja yang di kemukakan oleh beberapa ahli sebagai berikut:

  1. Teori Kebutuhan Abraham Maslow
    Maslow mengemukakan bahwa motivasi adalah dorongan kerja yang
    timbul pada diri seseorang untuk memenuhi kebutuhannya. Teori ini
    menitik beratkan pada faktor-faktor dalam diri seseorang, yang
    menggerakkan, mengarahkan, mendukung, dan menghentikan
    perilaku. Yang termasuk dalam kelompok teori ini adalah :
    a. Teori Hierarki Kebutuhan-Maslow
    Abraham Maslow, penyusun teori ini, menghipotesiskan bahwa
    dalam diri setiap manusia terdapat lima tingkatan kebutuhan, yaitu :
  2. Kebutuhan Fisiologis, termasuk lapar, haus, tempat berteduh, dan
    kebutuhan lainnya.
  3. Kebutuhan Rasa Aman, termasuk keamanan dan perlindungan
    terhadap gangguan fisik serta emosional.
  4. Kebutuhan Sosial, termasuk kasih sayang, penerimaan oleh
    masyarakat, keanggotaan kelompok.
  5. Kebutuhan Penghargaan, termasuk harga diri, kemandirian,
    keberhasilan, status, pengakuan, dan perhatian.
  6. Kebutuhan akan aktualisasi diri, termasuk kemampuan
    berkembang, kemampuan, kemampuan mencapai sesuatu,
    kemampuan mencukupi diri sendiri.
  7. Teori X dan Y
    Pencetus teori X dan Y adalah Douglas McGregor. Teori ini
    menyatakan bahwa manusia pada dasarnya terdiri dari dua jenis.
    Pencetusnya, McGregor, mengatakan bahwa ada jenis manusia X
    dan jenis manusi Y yang masing-masing memiliki karakteristik
    tertentu. Jenis manusia X adalah manusia yang selalu ingin
    menghindari pekerjaan bilamana mungkin, sementara jenis manusia
    Y menunjukkan sifat yang senang bekerja yang diibaratkan bahwa
    bekerja baginya seperti bermain. Di kaitkan dengan kebutuhan, di
    katakana bahwa tipe manusia X bilamana mengacu pada hierarki
    kebutuhan dari maslow, memiliki kebutuhan tingkat rendah,
    sedangkan tipe Y memiliki kebutuhan tingkat tinggi.
  8. Teori Motivasi-Higiene
    Teori ini di sebut juga motivation-hygiene theory dan di kemukakan
    oleh Frederick Herzberg. Teori ini mengatakan bahwa suatu
    pekerjaan selalu berhubungan dengan dua aspek, yaitu pekerjaan itu
    sendiri seperti mengajar, merakit sebuah barang, mengkordinasi
    suatu kegiatan, menunggu langganan, membersihkan ruangan-
    ruangan, dan lain-lain yang di sebut job content, dan aspek-aspek
    yang berkaitan dengan pekerjaan seperti gaji, kebijaksanaan
    organisasi, supervise, rekan sekerja, dan lingkungan kerja yang
    disebut job context.
  9. ERG Theory
    Teori ini di kemukakan oleh Clayton Alderfer, yang sebelumnya
    tidaklah berbeda dengan teori dari A. Maslow, yang mengatakan
    bahwa teori ini merupakan revisi dari teori tersebut. Teori ini
    mengatakan bahwa ada tiga kelompok kebutuhan manusia, yaitu:
    a. Existence, berhubungan dengan kebutuhan untuk
    mempertahankan keberadaan seseorang dalam hidupnya.
    b. Relatedness, berhubungan dengan kebutuhan untuk beriteraksi
    dengan orang lain.
    c. Growth, berhubungan dengan kebutuhan pengembangan diri,
    yang identik dengan kebutuhan self-actualization yang di
    kemukaan oleh Maslow.
  10. Three Needs Theory (Teori Tiga Kebutuhan)
    Teori ini di kemukakan oleh David McClelland. David McClelland
    mengatakan bahwa ada tiga kebutuhan manusia, yaitu:
    a. Kebutuhan berprestasi (need for achievement), yaitu keinginan
    untuk melakukan sesuatu lebih baik di bandingkan sebelumnya.
    b. Kebutuhan untuk bekuasa (need for power), yaitu kebutuhan
    untuk lebih kuat, lebih berpengaruh untuk orang lain.
    c. Kebutuhan afiliasi (need for affiliation), yaitu kebutuhan untuk
    disukai, mengembangkan, atau memelihara persahabatan dengan
    orang lain.