Menurut Kristof et al (2005), bahwa Person- job fit yang merupakan
kesesuaian antara kebutuhan seseorang yang tinggi dan karakteristik
pekerjaan atau keterampilan individu, kepribadian dan tuntutan pekerjaan
juga memiliki keterkaitan dengan kepuasan kerja. Saat inidvidu merasa
bahwa kemampuannya dapat memenuhi tuntutan pekerjaan maka akan
merasa lebih puas dalam berkinerja, sehingga tercapailah kepuasan kerja.
Menurut Cable & DeRue (2002), dalam mengukur person-job fit
menggunakan dua indikator, yaitu demand-abilities fit, yang artinya
pengetahuan, kemampuan yang dimiliki oleh pekerja cocok dengan apa yang
diperlukan oleh bidang tersebut. Indikator ini meliputi pengetahuan,
keterampilan, pendidikan, pengalaman dan bakat individu. Sedangkan
indikator need-supplies fit, keadaan dimana kebutuhan dari pekerja dan apa
yang mereka harapkan tercapai pada saat mereka bekerja. Indikator ini
mencakup pencapaian tujuan, kebutuhan psikologis, kepentingan,
karakteristik pekerjaan dan gaji.
