Menurut Carver (1989) dimensi coping memiliki 3 dimensi yaitu problem focused
coping, emotional focused coping, dan dysfunctional focus coping. Berikut adalah penjabaran
pada masing-masing dimensi yaitu sebagai berikut:
1.) Problem-Focused Coping
Dimensi problem-focused coping yang digunakan oleh individu untuk menyelesaikan
permasalahan dilakukan untuk mengubah sumber permasalahan yang dialami (Carver, 1989).
Berdasarkan penelitian milik Tuasikal dan Retnowati (2018) menjelaskan bahwa coping
strategy dengan cara problem-focused coping memiliki peran signifikan terhadap pengelolaan
kecenderungan stress, namun dalam hal ini juga masih terdapat beberapa faktor yang memiliki
kontribusi pada terjadinya stress. Mengacu pada hal tersebut, terdapat beberapa subdimensi
pada problem-focused coping yaitu (Carver et al., 1989):
a. Active Coping
Suatu perilaku untuk berusaha melepaskan pemicu stress ataupun membenahi
impaknya secara langsung.
b. Planning
Individu berusaha memenungkan cara bagaimana untuk mengatasi penyebab stres
yang timbul.
c. Seeking Out of Social Support Instrumental
Dalam hal ini, individu mencari nasehat untuk hidupnya, bantuan, dan pengertian dari
lingkungan sekitar.
d. Suppression of Ccompeting Activities
Individu berusaha untuk mengesampingkan perkara lainnya, selain itu individu juga
mencoba untuk menghindar dari gangguan lainnya.
e. Restraint Coping
Individu menunggu pada kesempatan yang tepat untuk bertindak, selain itu individu
juga menahan diri dalam bertindak agar tidak bertindak sebelum waktu yang tepat.
2.) Emotional-Focused Coping
Penggunaan emotion-focused coping dalam menyelesaikan suatu konflik dianggap
cukup berhasil, hal ini didasarkan oleh penelitian yang dilakukan oleh Hartarti (sebagaimana
dikutip dalam Kesuma, 2016) menyatakan bahwa jika individu tidak mampu untuk mengubah
kondisi stress yang sedang dirasakan, maka individu akan mengalihkannya dengan berfokus
dengan cara mengatur emosinya. Mengacu pada Carver et al. (1989) emotion-focused coping
terdiri dari beberapa subdimensi yaitu:
a. Acceptance
Individu menerima kondisi situasi yang dapat menimbulkan stres.
b. Denial
Individu melakukan penolakan untuk meminimalisir kondisi stres.
c. Seeking of Emotional Social Support
Individu mencari sokongan sosial melalui moral, simpati atau pengertian dari individu
lainnya.
d. Venting of Emotions
Seseorang fokus terhadap hal yang menjadi hambatannya dan meluapkan perasaan dari
emosi yang muncul.
e. Positive Reinterpretation
Memahami perasaan stres dalam hal positif yang dimana individu tersebut dituntut
untuk mengatasi masalah yang ada.
f. Turning to Religion
Perilaku seseorang dalam menentramkan diri dan mengatasi masalah secara spiritual.
3.) Dysfunctional Focused Coping
Dysfunctional-focused coping merupakan salah satu coping strategy yang apabila
digunakan oleh individu hanya akan efektif dalam kurun waktu tertentu, sehingga apabila
digunakan dalam jangka panjang maka tidak akan memiliki hasil yang efektif.
a. Mental Disengagement
Dalam hal ini individu berusaha untuk mengalihkan hal-hal yang mengganggunya.
b. Behavioral Disengagement
Individu berusaha mengurangi salah satu usaha untuk menangani penyebab stresnya
