Definisi Coping Strategy


Carver (1989) menyatakan “coping is a person’s way of carrying out a process in a
situation or an obstacle” (Carver, 1989. Hal. 267). Adapula ditemukan coping strategy
menurut Carver (1997 sebagaimana dikutip dalam Siaputra et al., (2023) yaitu “behavior, a
series of activities or thought processes used as a response to stressful or unpleasant
situations” (Siaputra et al., 2023. Hal. 168). Sarafino (2017) mendefinisikan coping sebagai
berikut “a process by which people try to manage the perceived discrepancy between the
demands and resources they appraise in a stressful situation” (Sarafino, 2017. Hal. 113)
Definisi coping strategy menurut Carver (1989) memiliki kelebihan utama karena
memperkenalkan konsep yang menekankan pada kondisi situasional yang dihadapi individu
dalam proses koping. Carver memodifikasi teori Lazarus & Folkman dengan memberikan
perhatian lebih pada variasi respons individu terhadap situasi tertentu, yang membuat teorinya
lebih fleksibel dan aplikatif dalam berbagai konteks, termasuk ibu bekerja. Dalam konteks
penelitian ini, definisi Carver memberikan kerangka yang relevan untuk memahami bagaimana
ibu bekerja mengatasi stres dari tuntutan peran ganda mereka, baik di rumah maupun di tempat
kerja. Selain itu, pendekatan Carver yang mencakup problem-focused coping, emotion-focused
coping, dan dysfunctional coping memungkinkan analisis yang lebih terperinci terhadap
strategi yang digunakan oleh ibu bekerja. Meskipun teori ini belum banyak digunakan dalam
penelitian sebelumnya, keunggulannya dalam menjelaskan bagaimana strategi koping dapat
disesuaikan dengan situasi spesifik memberikan nilai tambah dalam memahami dinamika stres
dan keseimbangan kehidupan kerja. Dengan demikian, teori ini tidak hanya relevan tetapi juga
menawarkan perspektif baru dalam mengeksplorasi hubungan antara coping strategy dan work-
life balance