Konflik yang muncul dari pekerjaan dan kehidupan pribadi
menjadikan retensi karyawan sebagai peranan dalam menjaga
keseimbangannya (Deery & Jago, 2015). Keterkaitan work life balance
dengan employee retention dapat dilihat bahwa keseimbangan
kehidupan kerja yang sehat dapat mendukung lingkungan kerja yang
positif dan produktif serta memberi karyawan kesempatan untuk
bertanggung jawab pada pekerjaan mereka sehingga tercapainya
loyalitas karyawan untuk tetap bertahan di suatu perusahaan (Akinyele
et al., 2016). Work life balance berpengaruh positif dengan retensi
karena karyawan beranggapan bahwa perusahaan peduli dalam
mengatasi konflik atas tuntutan kerja dengan kehidupan. (Garg &
Yajurvedi, 2016) menyatakan bahwa work life balance berpengaruh
positif terhadap employee retention.
