Program pelatihan dan pengembangan yang berkelanjutan diyakini dapat
meningkatkan retensi karyawan Gen Z dengan memenuhi kebutuhan mereka akan
pertumbuhan karir dan pembelajaran berkelanjutan. (Yamin, 2019) menegaskan
bahwa pelatihan yang efektif menciptakan jalur karier yang jelas dan mendukung,
sehingga sangat dihargai oleh karyawan Gen Z yang berorientasi pada kemajuan
profesional. (Xuecheng et al., 2022) juga menemukan bahwa investasi dalam
pengembangan karyawan tidak hanya meningkatkan kompetensi tetapi juga
menumbuhkan loyalitas melalui peningkatan kepercayaan diri. Penelitian yang
dilakukan oleh (Ali et al., 2024) mendukung pandangan ini dengan menunjukkan
bahwa program pelatihan dan pengembangan berpengaruh positif pada retensi.
Namun, efektivitas pelatihan ini tidak selalu bersifat mutlak.(Ghosh, Satyawadi,
Joshi, & Shadman, 2013) berpendapat bahwa efektivitas pelatihan hanya optimal
ketika disertai dengan sistem reward yang jelas, sehingga dampaknya terhadap
retensi mungkin tidak sepenuhnya independen. Berdasarkan Social Exchange
Theory (SET), kesempatan pelatihan dan pengembangan adalah investasi yang
diberikan perusahaan kepada karyawan. Investasi ini memberi sinyal bahwa
perusahaan peduli pada pertumbuhan karir mereka. Sebagai timbal baliknya,
karyawan akan merasa dihargai dan lebih terikat pada organisasi, sehingga
meningkatkan niat mereka untuk bertahan
