Indikator Lingkungan Kerja


Dimensi dan Indikator lingkungan kerja menurut Sedarmayanti
yang dapat mempengaruhi terbentuknya kondisi lingkungan kerja
dikaitkan dengan kemampuan karyawan mencakup (32):

  1. Lingkungan kerja fisik
    a. Penerangan, penerangan yang nyaman jika ada sinar yang cukup di
    ruang kerja. Karyawan membutuhkan pencahayaan yang memadai
    saat menjalankan tugas, terutama jika pekerjaan tersebut
    memerlukan ketelitian. Pencahayaan yang kurang mengakibatkan
    penglihatan menjadi kurang jelas dan mempengaruhi kualitas hasil
    kerja. Penerangan yang tidak menyilaukan dan tidak samar- samar
    akan membuat pengelihatan karyawan baik.
    b. Pertukaran udara, sirkulasi udara yang memadai akan meningkatkan
    kebugaran fisik karyawan, karena dengan ventilasi yang cukup,
    kesehatan mereka akan terjaga. Udara dikatakan kotor apabila udara
    telah bercampur dengan bau- bauan yang berbahaya.
    c. Ruang gerak, posisi kerja antara satu karyawan dengan karyawan
    dengan tingkat keleluasaan bergerak yang baik termasuk alat bantu
    kerja atau barang- barang yang ada ditempatkan dengan baik agar
    tidak mengganggu proses kerja.
    d. Kebisingan, kebisingan merupakan gangguan bagi seseorang karena
    dapat mengurangi konsentrasi saat bekerja. Akibatnya, pekerjaan
    yang dilakukan menjadi lebih rentan terhadap kesalahan atau
    kerusakan, yang pada akhirnya bisa menyebabkan kerugian.
    Kebisingan yang berlangsung terus-menerus juga berpotensi
    menimbulkan rasa bosan.
    e. Fasilitas, fasilitas perusahaan sangat dibutuhkan oleh karyawan
    sebagai pendukung dalam menyelesaikan pekerjaan yang ada di
    perusahaan. Peralatan kerja yang tersedia dapat menunjang kinerja
    karyawan dengan maskimal. Tersedianya fasilitas kerja yang
    lengkap, walaupun tidak baru merupakan salah satu penunjang
    proses kelancaran dalam bekerja
  2. Lingkungan kerja non fisik
    a. Hubungan atasan dengan bawahan, interaksi antara atasan dan
    bawahan harus di jaga dengan baik dan harus saling menghargai
    akan menimbulkan rasa hormat antara atasan dengan bawahan.
    Komunikasi yang baik perlu untuk memberikan arahan pada
    bawahannya.
    b. Hubungan antar rekan kerja, hubungan harmonis tanpa saling intrik
    menciptakan suasana kerja yang kondusif yang mempengaruhi
    kenyamanan dan produktivitas dalam bekerja. Dan antar karyawan
    yang saling mendukung sehingga karyawan merasakan adanya
    hubungan harmonis dan kekeluargaan dalam lingkungan kerjanya