Faktor yang mempengaruhi Job Satisfaction


Faktor yang mempengaruhi job satisfaction menurut Sutrisno
(2017), antara lain:

  1. Kesempatan Untuk Maju
    Pemberian kesempatan untuk maju dapat memberikan
    kepuasan kepada karyawan. Karyawan yang mendapatkan
    kesempatan untuk mengembangkan pengalaman dan skill akan
    memiliki kepuasan tersendiri dalam bekerja.
  2. Keamanan kerja
    Di dalam pekerjaan, perlu adanya keamanan dalam bekerja.
    Keamanan karyawan merupakan kepentingan nomor satu karena
    dengan sedikitnya dampak buruk pekerjaan, maka karyawan
    akan merasa aman yang mempengaruhi perasaan karyawan saat
    bekerja.
  3. Gaji
    Gaji merupakan faktor penentu ketidakpuasan seorang
    karyawana. Gaji/upah dalam bekerja merupakan hal yang
    sensitif karena kepuasan kerja dan kinerja karyawan dapat
    diukur dari sedikit banyaknya gaji yang diberikan.
  4. Perusahaan dan Manajemen
    Perusahaan dan manajemen yang baik adalah yang mampu
    memberikan situasi dan kondisi kerja yang stabil. Lingkungan
    kerja dapat mempengaruhi kepuasan karyawan dalam bekerja.
  5. Pengawasan
    Dalam pekerjaan perlu adanya pengawasan demi
    keberhasilan pekerjaan. Dalam pengawasannya, supervisi perlu
    memperhatikan bagaimana mereka mengawasi pekerjaan dari
    karyawan. Supervisi yang buruk dapat menciptakan turnover,
    sehingga perlunya supervise yang baik untuk meningkatkan
    kepuasan karyawan.
  6. Kondisi Kerja
    Kondisi kerja yang diciptakan dapat mempengaruhi
    kepuasan karyawan. Dengan adanya tempat yang nyaman,
    ventilasi, kantin, tempat parkir, maupun fasilitas lainnya, maka
    karyawan akan merasa nyaman dalam bekerja sehingga
    terciptanya kepuasan kerja.
  7. Aspek Sosial dalam Pekerjaan
    Merupakan salah satu sikap yang harus dimiliki karyawan.
    Jiwa sosial yang baik dapat menunjang puas atau tidak puasnya
    karyawan lain dalam bekerja. Sehingga sesama karyawan harus
    memiliki jiwa sosial yang baik agar menciptakan kepuasan kerja
    karyawan.
  8. Komunikasi
    Komunikasi yang baik antara karyawan dengan atasan dapat
    menciptakan kepuasan kerja. Adanya kesediaan pihak atasan
    untuk mau mendengar, memahami dan mengakui pendapat
    maupun prestasi karyawannya sangat berperan dalam
    menimbulkan rasa kepuasan terhadap pekerjaan.
  9. Fasilitas
    Fasilitas seperti rumah sakit, cuti, dana pension, atau
    perumahan merupakan standar suatu jabatan dan apabila dapat
    dipenuhi akan menimbulkan rasa kepuasan karyawan