Menurut Hasibuan (2009), motivasi berasal dari kata latin movere yang
berarti dorongan atau pemberian daya penggerak yang menciptakan kegairahan
kerja seseorang agar mereka mau bekerjasama, bekerja efektif, dan terintegrasi
dengan segala daya dan upayanya untuk mencapai kepuasan. Makin termotivasi
seseorang untuk melakukan suatu pekerjaan maka kinerjanya akan meningkat,
demikian pula sebaliknya makin tidak termotivasi seseorang untuk melakukan
pekerjaannya, maka kinerjanya akan turun (Kasmir, 2016).
Menurut Siagian (2009) menyatakan bahwa motivasi merupakan daya
dorong bagi seseorang untuk memberikan kontribusi yang sebesar mungkin demi
keberhasilan organisasi mencapai tujuannya. Semakin besar karyawan termotivasi
maka akan besar pula daya dorong untuk memberikan kontribusi bagi organisasi.
Flippo (2012) motivasi adalah suatu keahlian, dalam mengarahkan
pegawai dan organisasi agar mau bekerja secara berhasil, sehingga keinginan para
pegawai dan tujuan organisasi sekaligus tercapai. Karyawan yang termotivasi
akan merasa lebih bersemangat sehingga ia akan bekerja dengan lebih baik.
Kurangnya motivasi pada karyawan dapat membawa dampak yang buruk bagi
perusahaan karena dapat menurunkan kinerjanya bagi organisasi.
Motivasi adalah suatu kekuatan psikologis di dalam diri seseorang yang
menentukan arah perilaku seseorang di dalam organisasi, tingkat usaha, dan
kegigihan di dalam menghadapi rintangan (George et al., 2005)
