Behaviour dapat meningkat dengan menggunakan branding green employer oleh
manajer. Teknik green human resource management, green hiring, dan green
selection menjadi komponen penting (Jackson et al., 2011; Ahmad, 2015, dalam
Mensah et al., 2023). Terdapat penekanan dalam penelitian (Renwick et al., 2013)
yakni terdapat 3 aspek mengenai rekrutmen dan seleksi yaitu candidate green
awareness, green employer branding, dan green criteria to attract applicants.
Candidate green awareness merupakan faktor utama dalam green hiring
and selection. Awareness tersebut meliputi ketelitian, kesesuaian, green
consciousness atau green awareness, dan praktik kerja kreatif untuk mencapai
tujuan lingkungan organisasi. Sumber daya manusia yang menghargai lingkungan
ketika bekerja, maka secara tidak langsung meningkatkan kinerja lingkungan dan
inovasi organisasi melalui pengetahuan lingkungan yang mereka miliki (Morgan &
Rayner, 2019; Eiadat et al., 2008, dalam Mensah et al., 2023).
Green employer branding merujuk pada citra dan reputasi organisasi dalam
pengelolaan lingkungan (Ahmed et al., 2019, dalam Mensah et al., 2023). Dimana
para job seeker melihat dan merasakan kesesuaian antara nilai diri sendiri dengan
nilai organisasi (Jones & Willness, 2013, dalam Mensah et al., 2023).
Green criteria to attract applicants digunakan dalam menilai dan
mempekerjakan sumber daya manusia. Perusahaan menekankan mengenai
kepedulian lingkungan dalam kriteria calon karyawan dan uraian tugas.
Karyawan yang memiliki nilai lingkungan dengan sadar mengembangkan
pengetahuan dan keterampilan yang berdampak pada perkembangan kinerja dan
inovasi lingkungan perusahaan (Morgan & Rayner, 2019, dalam Mensah et al.,
2023). Perusahaan perlu melakukan berbagai jenis tes ketika menarik, merekrut,
seleksi, dan mempekerjakan sumber daya manusia yang memiliki green awareness
untuk memastikan semangat tenaga kerja akan kepedulian lingkungan (Shah, 2019,
dalam Mensah et al., 2023).
Staffing merupakan sebuah kombinasi antara perekrutan tenaga kerja yang
selektif, pencarian keterampilan dan keahlian, serta seleksi pada prospek dan
potensi (Bucker & Van Der Horst, 2017; Chen & Huang. 2009, dalam Singh et al.,
2021). Proses seleksi perusahaan memiliki fokus pada tenaga kerja yang dapat
memberikan pengaruh dalam hal pemikiran dan perilaku inovatif (Obeidat et al.,
2016, dalam Singh et al., 2021).
