Menurut Tarigan et al., (2020) faktor yang dapat mempengaruhi Kinerja
yaitu Budaya Organisasi dan Organizational Citizenship Behavior. Budaya
organisasi merupakan suatu keyakinan, nilai dan kebiasaan Bersama dalam
organisasi yang berinteraksi dengan perilaku yang mempengaruhi norma-norma.
Organisasi membutuhkan karyawan yang mampu bekerja dengan lebih baik, cepat
dan tepat. Organizational Citizenship Behavior memiliki definisi sebagai perilaku
individu yang tidak secara langsung diidentifikasi oleh sistem penghargaan
formal, dan secara agregat mempromosikan berfungsinya organisasi secara efektif
yang juga dianggap sebagai pilihan setiap individu karena dikerjakan secara
sukarela.
Budaya Organisasi memiliki peran yang penting dalam suatu Perusahaan
termasuk dalam mempengaruhi sikap karyawan. Oleh karena itu peran Budaya
organisasi dalam suatu Perusahaan adalah untuk meningkatkan kinerja karyawan
secara berkelanjutan. Untuk menghasilkan kinerja yang diinginkan, perusahaan
mengharuskan karyawannya untuk rutin merawat produk dan sistemnya. Kualitas
perusahaan dicapai Ketika karyawan bertindak secara bertanggung jawab saat
menangani peralatan dan barang. Hal ini tentunya sesuai dengan budaya
perusahaan yang mengutamakan kebersihan, kerapian, dan kesederhanaan.
Kebersihan, kerapian, dan keringkasan merupakan indikator budaya organisasi.
Kualitas juga merupakan kualitas dari kinerja. Sedangkan rasa tanggung jawab
dan sikap itu merupakan salah satu dimensi dari Organizational Citizenship
Behavior, yaitu Civic Virtue. Beberapa penelitian menemukan bahwa terdapat
hubungan yang signifikan dan positif antara Budaya organisasi dan
Organizational Citizenship Behavior Lockhart et al., (2020); Susita et al., (2020),
dan Organizational Citizenship Behavior terhadap Kinerja karyawan Kissi et al.,
(2019).
