Green Training


Prioritas utama perusahaan yang berguna dalam kejayaan jangka panjang
yaitu green training (Pinzone et al, 2019, dalam Iftikar et al., 2022). Green training
yang menjadi salah satu praktik dalam green human resource management
bertujuan untuk memberikan pelatihan dan pertumbuhan, serta mendukung dan
mempersembahkan peluang baru untuk menunjukkan perilaku kerja yang unggul
bagi organisasi guna mempertahankan keunggulan kompetitif dan kinerja yang
lebih baik dibandingkan dengan para pesaing (Ramon et al., 2019, dalam Yafi et
al., 2021). Pelatihan digunakan untuk mengembangkan keterampilan, kemahiran,
dan pengetahuan mengenai lingkungan yang berguna dalam mencapai tujuan dan
sasaran (Yafi et al., 2021). Selain itu, training and development berguna untuk
pengembangan kompetensi dan pengetahuan dalam organisasi (Bos-Nehles et al.,
2017).
Dalam green human resource management, pelatihan yang dilibatkan
adalah pelatihan lingkungan (Molina-Azorin et al., 2021). Green training dilakukan
sebagai pendekatan yang berkelanjutan secara ekonomi dan ramah lingkungan
menjadi tujuan organisasi untuk menjadi ramah lingkungan (Teixeira et al., 2016,
dalam Yafi et al., 2021). Green training merupakan metode pelatihan di tempat
kerja dan pengetahuan berkelanjutan yang disiapkan untuk menggabungkan tujuan
dan target manajemen lingkungan (Yusoff et al., 2020, dalam Yafi et al., 2021).
Tenaga kerja dalam organisasi dilatih dengan meningkatkan pengetahuan,
kompetensi, serta keterampilan yang dibutuhkan dalam inovasi serta dapat
meningkatkan kinerja organisasi (Sheeba et al., 2020, dalam Yafi et al., 2021).
Partisipasi dari karyawan dalam green initiatives dapat memastikan tujuan hijau
(green aims), motivasi, dan kemampuan yang mampu meningkatkan peluang dalam
peningkatan green management (Labella-Fernandez & Martinez-del-Rio, 2019,
dalam Mensah et al., 2023)