Green Hiring


Tahap awal perusahaan untuk mendapatkan pekerja yaitu dengan membuka
lowongan pekerjaan, lalu dilanjutkan dengan merekrut karyawan. Sebelum
membuka lowongan kerja, perusahaan akan melakukan beberapa usaha untuk
menarik perhatian calon karyawan agar bergabung dengan menunjukkan kinerja
dan citra lingkungan dari perusahaan (Mensah et al., 2023). Perusahaan menarik
karyawan untuk bekerja yang memiliki kesadaran dan pengetahuan mengenai
lingkungan (Mensah et al., 2023). Perusahaan merekrut karyawan menggunakan
praktik lingkungan perusahaan dalam mengimplementasikan ekologis di seluruh
proses mempekerjakan karyawan, serta menggandeng calon karyawan yang
memiliki nilai, wawasan, dan aksi lingkungan yang sesuai dengan perusahaan
(Khan et al., 2020; Malik et al., 2021, dalam Le & Tham, 2024). Organisasi yang
memiliki reputasi baik mengenai ketertarikan dan niat baik akan isu lingkungan
jelas lebih menarik bagi banyak kandidat (Iftikar et al., 2022). Karyawan akan
terpikat terlebih pada implemetasi kebijakan ramah lingkungan (Guerci et al., 2015,
dalam Iftikar et al., 2022)
Green Hiring adalah mendayagunakan sumber daya manusia dengan
pengetahuan, perilaku, keterampilan, dan pendekatan yang dibutuhkan untuk
memahami sistem manajemen lingkungan (Yong et al., 2020, dalam Martins et al.,
2021). Istilah lain yang digunakan dalam penelitian sebelumnya (Mensah et al.,
2023) yaitu Green Recruiting adalah proses perekrutan pada sumber daya manusia
yang memiliki pengetahuan, keterampilan, sikap, dan kebiasan yang sejalan dengan
sistem manajemen lingkungan organisasi.
Menurut Yusoff et al., 2020, dalam Mensah et al., 2023, perusahaan
memiliki wewenang dalam merekrut dan mempekerjakan tenaga kerja yang peduli
serta bertanggung jawab pada lingkungan, hingga akhirnya SDM dapat membantu
perusahaan dengan berinovasi. Di dalam uraian tugas pada setiap posisi atau jabatan
harus dijelaskan secara detail, mulai dari tanggung jawab hingga kompetensi yang
harus dimiliki (Chaudahary, 2018, dalam Mensah et al., 2023). Keuntungan pada
organisasi yang menerapkan green hiring apabila memperoleh karyawan yang
memiliki perhatian pada kinerja lingkungan (Iftikar et al., 2022).