Green Human Resource Management


Green Human Resource Management adalah segala usaha yang dilakukan
oleh organisasi untuk mengintegrasikan ragam fungsi dan aktivitas manajemen
SDM dengan menerapkan kebijakan dan praktik yang mendukung inisiatif hijau
guna meningkatkan kesadaran dan keterlibatan karyawan dalam isu-isu lingkungan
berkelanjutan demi peningkatan kinerja lingkungan (Al-Abbadi & Abu Rumman,
2023). Tujuan utama dari GHRM yaitu meningkatkan wawasan pekerja mengenai
seluruh proses tata kelola lingkungan yang terdiri atas tindakan yang dibutuhkan,
prosedur operasional, serta hasil dari pemanfaatan lingkungan (Ahmad, 2015,
dalam Le & Tham, 2024). Selain itu, target dari GHRM yaitu
mengimplementasikan prinsip ekologi dan meningkatkan sikap ramah lingkungan
yang bertanggung jawab pada pekerja (Bombiak, 2019, dalam Le & Tham, 2024).
Dapat dikatakan bahwa Green Human Resource Management merupakan
pemanfaatan sumber daya manusia di tempat kerja untuk mencapai tujuan
organisasi dalam andil pada lingkungan (Mwita, 2019, dalam Le & Tham, 2024).
Praktik Green Human Resource Management terdiri atas green hiring,
green training, dan green compensation. Human Resource Practices merupakan
gambaran dari tujuan, strategi, dan metode organisasi dalam memperlakukan dan
memandang karyawannya (Shipton et al., 2017, dalam Singh et al., 2021). Dalam
jurnal ditunjukkan bahwa wawasan mengenai praktik ramah lingkungan dapat
mempengaruhi aktivitas hiring dan training pada perilaku dan komitmen ramah
lingkungan pekerja (Khan et al., 2022, dalam Le & Tham, 2024). Dalam teori Le
& Tham, 2024 menunjukkan bahwa komitmen dan perilaku ramah lingkungan
adalah hasil pengaplikasian GHRM yang diimbangi dengan pengembangan diri
serta membuat pekerja menjadi sumber daya manusia unik yang dapat ikut serta
dalam aktivitas ramah lingkungan.
Green human resource management mengunggulkan pendekatan
multidisiplin yang meliputi prinsip dan kaidah dari bidang manajemen, sosiologi,
ekonomi, dan psikologi karena berbagai hal yang saling terkait (Ren et al, 2018,
dalam Benevene, P. & Buonomo, 2022). Dalam pengkajian GHRM, ada banyak hal
yang berhubungan dengan kesadaran, adopsi, dan pengaplikasian praktik SDM
yang berpengaruh pada sustainability (Renwick et al, 2013; Benn et al, 2014;
Dyllick et al, 2002; Van et al, 2003, dalam Mensah et al., 2023). Terdapat beberapa
alasan green human resource menjadi tantangan dalam penerapan sustainability
yang efektif. Pertama, MSDM berperan penting dalam greening kebijakan dan
praktik organisasi (Renwick et al, 2013). Kedua, perubahan membutuhkan
komitmen manajemen dan semua karyawan karena mempromosikan dan
mempertahankan green behaviour (Dubois et al, 2012, dalam Benevene, P. &
Buonomo, 2022). Ketiga, adanya penerimaan dan keterlibatan karyawan dengan
green initiatives di tempat kerja (Ren et al, 2018, dalam Hong et al., 2024).