Beberapa faktor yang dianggap mampu mempengaruhi perilaku kerja
kontraproduktif seorang individu antara lain:
a. Faktor kepribadian (personality)
Beberapa dimensi kepribadian, salah satunya adalah dimensi
kepribadian Big Five Personality memiliki hubungan dengan munculnya
perilaku kerja kontraproduktif yang ditunjukan individu ketika bekerja.
dengan dimensi kepribadian yang dimilikinya
b. Karakter pekerjaan (job characteristic)
Karakter pekerjaan yang dimiliki berpengaruh pada keahlian yang
dibutuhkan, jenis tugas yang diberikan, dan cara bekerja. Kemudian ketiga
hal tersebut akan berpengaruh terhadap pengalaman psikologis individu
terkait pelaksanaan tugas kerja seperti pengalaman ketika menyelesaikan
tugas dengan sempurn, perasaan bertanggungjawab terhadap tugas yang
diberikan, dan pengetahuan terhadap hasil kerja yang dicapai. Menurut
Sacket dan DeVore (dalam Anderson 2005, h. 156) hal ini kemudian
mempengaruhi perilaku kerja individu yang tertuang ke dalam kinerja
yang diberikan, kepuasan kerja, motivasi kerja, absensi kerja dan tingkat
turnover dalam bekerja.
c. Karakteristik Kelompok Kerja (work group characteristic)
Segala sesuatu yang terjadi di dalam sebuah kelompok kerja akan
berpengaruh terhadap individu yang menjadi anggota di dalamnya, seperti
persepsi kepuasan kerja seorang karyawan, kinerja & produktifitasnya juga
24
dipengaruhi oleh karakteristik kelompok kerja. Dalam melakukan proses
adaptasi terhadap iklim organisasi/perusahaan individu akan mengamati
lingkungannya dan mencari tahu iklim seperti apa yang berlaku di dalam
lingkungan kerjanya. Jika telah paham kemudian individu secara tidak
langsung akan mengikuti perilaku atau kebiasaan yang berlaku di dalam
kelompok ia bekerja. Pengaruh karakteristik kelompok kerja terhadap
kecenderungan individu untuk berperilaku kerja kontraproduktif. Jika
seorang karyawan datang terlambat dan pulang lebih awal namun tidak
mendapat respon apappun dari organisasi/perusahaan atau rekan kerja ,
maka ia cenderung akan mengulangi perilaku tersebut (Robbins dan
Langton, 2010 h.210)
d. Budaya Organisasi (organizational culture)
Pengaruh budaya organisasi & karakteristik kelompok kerja terhadap
individu karyawan merupakan pengaruh sosial pada individu di
lingkungan kerja Meskipun terdapat kesamaan antara pengaruh kelompok
kerja dan budaya organisasi dalam hal ini bahwa keduanya merupakan
pengaruh sosial pada individu di lingkungan kerja. Namun, faktor budaya
organisasi merupakan fenomena yang lebih luas dampaknya terhadap
individu daripada karakteristik kelompok kerja. Hal ini karena budaya
organisasi dipengaruhi oleh faktor luar kelompok kerja secara langsung,
seperti sistem manajemen yang ada pada organisasi/perusahaan tertentu.
Robbins dan Langton (2010, h.210) menambahkan di dalam bukunya
bahwa semua organisasi/perusahaan mempunyai budaya tak tertulis yang
mendefinisikan standar-standar perilaku yang dapat diterima dan yang
tidak dapat diterima untuk para karyawan. Menurut Robbins seiring
berjalannya waktu karyawan kemudian akan mengetahui hal-hal yang
berlaku di organisasi/perusahaan tempat ia bekerja seperti bagaimana
berpakaian untuk kerja, apakah aturan organisasi/perusahaan dijalankan
dengan ketat, perilaku macam apakah yang akan menyulitkan mereka,
seberapa pentingnya kejujuran dan integritas bagi organisasi/perusahaan
sehingga dengan kata lain budaya organisasi berpengaruh terhadap
kecenderungan berperilaku dari karyawan.
e. Stressor kerja
Beberapa penelitian terdahulu (Bruk Lee & Spector, 2006; Chen &
Spector, 1992; Diefendroff & Mehta, 2007) telah meneliti dan
menyimpulkan bahwa stressor kerja sebagai efek utama timbulnya
perilaku kerja kontraproduktif. Stressor kerja memang sudah menjadi efek
utama pada perilaku kerja kontraproduktif. Perilaku kerja kontraproduktif
cenderung meningkat ketika adanya peningkatan stressor kerja.
f. Locus of Control
Locus of control juga ditemukan memiliki hubungan dengan perilaku
kerja kontrakproduktif. Beberapa penelitian (Sprung & Jex, 2012; Hafidz,
2012) mengungkapkan bahwa individu yang memiliki locus of control
eksternal diidentifikasi lebih banyak menyandarkan harapannya untuk
bergantung kepada orang lain dan lebih banyak mencari dan memilih
situasi yang menguntungkan.
