Employee Personality

Feist (2008,h.6) menjelaskan di dalam bukunya bahwa kepribadian
atau personality adalah suatu pola watak yang relatif permanen, dan
sebuah karakter unik yang memberika konsistensi dan individualitas bagi
perilaku seseorang. Kepribadian dapat dikatakan sebagai total jumlah dari
cara-cara individu bereaksi dan berinteraksi dengan orang lain. Terdapat
karakteristik-karakteristik yang umumnya melekat dalam masing-masing
diri individu. Karakterisktik tersebut yang ketika ditunjukkan dalam
berbagai situasi disebut sebagai trait kepribadian. Trait kepribadian ini
menunjukkan berbagai perilaku dari individu dalam berbagai pola yang
sebenarnya. Semakin konsisten dan sering munculnya karakteristik ini
dalam berbagai situasi, maka akan semakin mendeskripsikan karakterisktik
seorang individu (Robbins & Judge, 2008, h.128).
Dapat disimpulkan dari beberapa definisi tersebut bahwa kepribadian
adalah karakteristik yang dimiliki individu yang mempengaruhi perilaku,
kognisi, dan motivasi. Karakteristik ini mempengaruhi individu dalam
berinteraksi dengan orang lain. Disamping itu, karakteristik ini juga akan
mempengaruhi individu dalam menyesuaikan diri dengan tuntutan dan
persyaratan dari lingkungannya. Robbins & Judge (2008,h.126)
mengungkapkan bahwa kepribadian membentuk perilaku setiap individu
sehingga jika ingin mengetahui perilaku individu dalam organisasi/
perusahaan sangat disarankan jika mengetahui tentang kepribadian yang
dimiliki oleh individu terkait.
Sifat kepribadian menjadi fondasi dasar dari kepribadian seorang
individu yang melandasi pemikiran, perasaan, dan perilaku seseorang
(Barrick dan Mount 2005). Menurut Wood, Chapman dkk (2004:103)
menjelaskan kepribadian adalah, keseluruhan dari kombinasi yang
menggambarakan dan karakteristik watak yang menyebabkan manusia
secara alamiah bersifat unik. Perbedaan kepribadian antara masing-masing
individu berpengaruh terhadap prilaku individu, dalam mengatasi situasi
dan kondisi yang kurang mendukung.
Kepribadian didefinisikan sebagai seperangkat karakteristik yang
terorganisasi dan dinasmis yang dimiliki seseorang yang mempengaruhi
secara khusus terhadap kognisi, motivasi dan perilaku dalam berbagai
situasi ( Ryckman, 2004:79)