Dimensi Perilaku Kerja Kontraproduktif


Robinson dan Bannet (dalam Greenberg & Baron, 2003)
menyatakan adanya empat dimensi dari perilaku kerja
kontraproduktif yaitu :
a) Penyimpangan Properti
Penyimpangan properti adalah penyalahgunaan barang atau
properti milik organisasi untuk kepentingan pribadi. Perilaku
termasuk dalam dimensi ini adalah mencuri atau mengambil
barang tanpa izin, milik organisasi dan merusak barang milik
organsasi. Secket dan DeVore (dalam Anderson, 2005)
menambahakan bahwa menggunakan barang atau properti milik
organisasi untuk kepentingan pribadi juga termasuk dalam kategori
penyimpangan properti.
b) Penyimpangan Produksi (Production Deviance)
Penyimpangan produksi adalah perilaku yang melanggar
norma-norma organisasi yang telah ditentukan oleh organisasi
yang harus diselesaikan sebagai tanggung jawab dari individu.
Perilaku yang termasuk kategori ini yaitu mengurangi jam kerja,
Sacket dan DeVore (dalam Anderson, 2005) menambahkan
bahwa yang termasuk dalam penyimpangan produksi yaitu
pulang lebih awal dan memanfaatkan fasilitas email atau internet
organisasi untuk kepentingan pribadi (cyberloafing), perilaku
yang membahayakan organisasi seperti gagal atau tidak ikut
digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id16
prosedur kerja yang benar dan gagal atau tidak mempelajari
prosedur kerja yang benar, kualitas kerja rendah, seperti
lamban dalam bekerja atau menyelesaikan tugas secara sengaja.
c) Penyimpangan Politik (Political Deviance)
Robinson dan Bennet (dalam Greenberg & Baron, 2003)
menguraikan bahwa yang termasuk dalam kategori penyimpangan
politik anatara lain memperlihatkan kesukaan terhadap pegawai
ataua anggota tertetetu dalam organisasi secara tidak adil, dalam
tingkat dan memperlihatkan ketidaksopanan. Menurut Sacket
dan DeVore (dalam Anderson, 2005) mengambil keputusan
berdasarkan pilih kasih antar para karyawan dan bukan
berdasarkan kinerja, menyalahkan atau menuduh karyawan lain
atas kesalahan yang tidak diperbuat dan sering menyebar gosip
juga termasuk dalam kategori penyimpangan politik.
d) Agresi Individu (Personal Aggression)
Robbin dan Bennet (dalam Greenberg & Baron, 2003)
menyebutkan bahwa yang termasuk dalam kategori agresi individu
adalah bullying, berperilaku tidak menyenangkan kepada
individu atau karyawan lain secara verbal maupun fisik, dan
mencuri barang milik individu atau karyawan lain. Bullying
merupakan tindakan berulang yang bertujuan menindas,
menghina, melecehkan, dan mengganggu individu lain.