Kinerja karyawan sebagai prestasi kerja atau hasil kerja (output) baik
berkualitas maupun kuantitas yang dicapai karyawan persatuan periode dalam
melaksanakan tanggung jawab yang diberikan kepadanya (Nurfitriani, 2022).
untuk mengukur kinerja karyaan dapat digunakan beberapa indikator kerja, antara
lain menurut (Silaen et al., 2021) :
- Kualitas (Quality)
Merupakan tingkatan proses atau hasil dari penyelesaian suatu kegiatan
sempurna. - Kuantitas (Quantity)
Merupakan produksi yang dihasilkan dapat juga ditunjukan dalam satuan
mata uang, jumlah unit, atau jumlah - Ketepatan waktu (Timelines)
Merupakan Dimana kegiatan tersebut dapat diselesaikan, atau suatu hasil
produksi dapat dicapai, pada permulaan waktu yang ditetapkan bersamaan
koordinasi dengan hasil produk yang lain dan memaksimalkan waktu yang
tersedia untuk kegiatan-kegiatan lain. - Efektivitas biaya (Cost effectiveness)
Merupakan tingkatan Dimana sumber daya organisasi, seperti manusia,
keuangan,teknologi, bahan baku, dapat dimaksimalkan dalam arti untuk
memperoleh keuntungan yang paling tinggi atau mengurangi kerugian
yang timbul dari setiap unit atau contoh penggunaan dari suatu sumber
daya yang ada. - Hubungan antar perorangan (interpersonal impact)
Merupakan tingkatan Dimana seorang karyawan mampu untuk
mengembangkan perasaan saling menghargai, niat baik dan kerja sama
antara karyawan yang satu dengan karyawan lain dan juga pada bawahan.
Indikator- indikator pada kinerja juga dikemukaan (Rivaldo, 2022) antara lain : - Kualitas
Tingkat kesalahan kerusakan, kecerdasan. - Kuantitas
Yaitu jumlah pekerjaan yang dihasilkan - Penggunaan waktu dalam kerja
Yaitu Tingkat ketidakhadiran, keterlambatan waktu kerja efektif atau jam
kerja hilang - Kerja sama dengan orang lain dalam bekerja
- Kedisiplinan
Dalam mengerjakan tugas atau bertanggung jawab atas pekerjaan yang
diberikan oleh atasan.
