Kepuasan kerja adalah perasaan senang atau tidak senang pekerja dalam memandang
dan menjalankan pekerjaannya. Bagi organisasi, suatu pembahasan tentang kepuasan
kerja akan menyangkut usaha-usaha untuk meningkatkan efektivitas organisasi
dengan cara membuat efektif perilaku karyawan dalam kerja. Perilaku karyawan
yang menopang pencapaian tujuan organisasi adalah merupakan sisi lain yang harus
diperhatikan, disamping penggunaan mesin-mesin modern sebagai hasil kemajuan
bidang teknologi. Ketidakpuasan karyawan dalam kerja akan mengakibatkan suatu
yang tidak menguntungkan baik secara organisasi maupun individual (Sutrisno,
2014:75-76).
Mullins dan Steers dalam Irsan (2011) mengemukakan bahwa kepuasan kerja
dipengaruhi oleh banyak variabel, seperti struktur organisasi, karakteristik karyawan,
motivasi kerja, disain pekerjaan, iklim organisasi, perilaku pemimpin atau
kepemimpinan.Dalam penelitiannya (Isnanda Zainur Rohman 2017) beliau
mengatakan Perilaku yang agresif atau sebaliknya akan menunjukkan sikap menarik
diri dari kontak dengan lingkungan sosialnya akan timbul jika karyawan tidak puas
dalam bekerja. Karyawan akan melakukan sabotase, membuat kesalahan dengan
disengaja, menentang atasan dan melakukan pemogokan kerja. Sedangkan jika
karyawan merasa puas dalam bekerja, produktivitas atau hasil kerja karyawan juga
akan meningkat. Kepuasan kerja yang tinggi akan berdampak pada prestasi kerja dan
kerja yang baik.
Menurut Handoko (2014) menyatakan bahwa kepuasan kerja adalah keadaan
emosional yang menyenangkan atau tidak menyenangkan dimana para karyawan
memandang pekerjaan mereka.
Apabila sebuah organisasi ingin agar visi dan misinya bisa tercapai maka harus bisa
terciptanya kepuasan kinerja seperti yang di katakan (Sutrisno 2014) bahwa untuk
mendapatkan hasil kerja yag optimal maka salah satu faktor yang terpenting adalah
kepuasan kerja.Bagi organisasi suatu pembahasan tentang kepuasan kerja akan
menyangkut usaha usaha untuk meningkatkan efektivitas organisasi .Sesuatu yang
tidak menguntungkan baik secara organisasi maupun secara individual dapat terjadi
jika karyawan merasa tidak puas dalam bekerja .
Dengan demikian dari pernyataan di atas maka dapat disimpulkan bahwa Kepuasan
kerja sangat berpengaruh terhadap perkembangan dan arah tujuan dari suatu
organisasi dimana kepuasan kerja akan dilihat dari perilaku yang agresif ataupun
sebaliknya. Dan perilaku tersebut akan muncul apabila adanya ketidakpuasan dan
puasnya karyawan didalam bidang kerjanya ataupun iklim organisasi yang
mendukung
