Dimensi iklim organisasi


Dimensi iklim organisasi adalah unsur, faktor, sifat, atau karakteristik variable iklim
organisasi. Dimensi iklim organisasi terdiri atas beragam jenis dan beberapa pada
setiap organisasi.
Steve Kelneer (1990) sebagaimana dikutip oleh Lila (2002) menyebutkan enam
dimensi iklim organisasi sebagai berikut :

  1. Flexibility conformity
    Fleksibilitas dan comfomity merupakan kondisi organisasi yang untuk memberikan
    keleluasan bertindak bagi karyawan serta melakukan penyesuaian diri terhadap
    tugas-tugas yang diberikan. Hal ini berkaitan dengan aturan yang ditetapkan
    organisasi, kebijakan dan prosedur yang ada. Penerimaan terhadap ide-ide yang baru
    59
    merupakan nilai pendukung di dalam mengembangkan iklim organisasi yang
    kondusif demi tercapainya tujuan organisasi.
  2. Resposibility
    Hal ini berkaitan dengan perasaan karyawan mengenai pelaksanaan tugas organisasi
    yang diemban dengan rasa tanggung jawab atas hasil yang dicapai,
    karena mereka terlibat di dalam proses yang sedang berjalan.
  3. Standards
    Perasaan karyawan tentang kondisi organisasi dimana manajemen memberikan
    perhatian kepada pelaksanaan tugas dengan baik, tujuan yang telah ditentukan serta
    toleransi terhadap kesalahan atau hal-hal yang kurang sesuai atau kurang baik.
  4. Reward
    Hal ini berkaitan dengan perasaan karyawan tentang penghargaan dan pengakuan
    atas pekerjaan yang baik.
  5. Clarity
    Terkait dengan perasaan pegawai bahwa mereka mengetahui apa yang diharapkan
    dari mereka berkaitan dengan pekerjaan, peranan dan tujuan organisasi.
  6. Tema Commitment
    Berkaitan dengan perasaan karyawan mengenai perasaan bangga mereka memiliki
    organisasi dan kesediaan untuk berusaha lebih saat dibutuhkan.
    Menurut Robert Stringer dalam Wirawan (2007:131-133) dimensi iklim organisasi
    sebagai berikut :
  7. Struktur (Structure)
    Struktur organisasi merefleksikan perasaan diorganisasi secara baik dan mempunyai
    peran dan tanggung jawab yang jelas dalam lingkungan organisasi. Struktur tinggi
    jika anggota organisasi merasa pekerjaan mereka didefinisikan secara baik. Struktur
    rendah jika mereka merasa tidak ada kejelasan mengenai siapa yang melakukan
    tugas dan mempunyai kewenangan mengambil keputusan.
  8. Standar-standar (Standards)
    Mengukur perasaan tekanan untuk meningkatkan kinerja dan derajat kebanggaan
    yamg dimiliki oleh anggota organisasi dalam melakukan pekerjaan dengan baik.
    Standar-standar yang tinggi artinya anggota organisasi selalu berupaya mencari jalan
    untuk meningkatkan kinerja standar-standar rendah merefleksikan harapan yang
    lebih rendah untuk kinerja.
  9. Tanggung Jawab (Responsibility)
    Merefleksikan perasaan karyawan bahwa mereka menjadi “bos untuk diri sendiri”
    dan tidak memerlukan keputusannya dilegitimasi oleh anggota organisasi lainnya.
    Persepsi tanggung jawab tinggi menunjukan bahwa anggota organisasi merasa
    didorong untuk memecahkan masalah problemnya sendiri. Tanggung jawab rendah
    menunjukkan bahwa pengambilan resiko dan percobaan terhadap pendekatan baru
    tidak diharapkan.
  10. Penghargaan (Recognition)
    Mengindikasikan bahwa anggota organisasi merasa dihargai jika mereka dapat
    menyelesaikan tugas secara baik. Penghargaan merupakan ukuran penghargaan
    dihadapkan dengan kritik dan hukuman atas penyelesaian pekerjaan. Penghargaan
    yang rendah artinya penyelesaian pekerjaan dengan baik diberi imbalan secara tidak
    konsisten.
  11. Dukungan (Support)
    Perasaan percaya dan saling mendukung yang terus berlangsung diantara aggota
    kelompok kerja. Dukungan tinggi jika anggota organisasi merasa bahwa mereka
    bagian tim yang berfungsi dengan baik dan merasa memperoleh bantuan dari
    atasannya, jika mengalami kesulitan dalam menjalankan tugas. Jika dukungan
    rendah, anggota organisasi merasa terisolasi atau tersisih sendiri.
  12. Komitmen (commitment)
    Perasaan bangga anggota terhadap organisasinya dan derajat keloyalan terhadap
    pencapaian tujuan organisasi. Perasaan komitmen kuat berasosiasi dengan loyalitas
    personal. Level rendah komitmen artinya karyawan merasa apatis terhadap
    organisasi dan tujuannya.
    Sementara itu Lussier (1996) sebagaimana dikutip olah Barkah (2002) mengatakan
    sejelasnya yaitu :
  13. Struktur, merupakan tingkat paksaan yang dirasakan pegawai karena adanya
    peraturan dan prosedur yang terstruktur atau tersusun.
  14. Responbility, merupakan tingkat pengawasan yang dilakukan organisasi dan
    dirasakan oleh para pengawai.
  15. Reward, merupakan tingkat penghargaan yang diberikan atas usaha karyawan.
  16. Warmt, berkaitan dengan tingkat kepuasan karyawan yang berkaitan dengan
    kekaryawanan dalam organisasi.
  17. Support, berkaitan dengan dukungan kepada pegawai di dalam melaksanakan
    tugas-tugas organisasi. Dukungan seperti dapat berasal dari pimpinan ataupun rekan
    kerja.
  18. Organizational identity and loyalty, berkaitan dengan perasaan bangga akan
    keberadaannya dalam organisasi dan kesetiaan yang ditunjukkan selama masa
    kerjanya.
  19. Risk, berkaitan dengan pegawai diberi ruang untuk melakukan atau mengambil
    resiko dalam menjalankan tugas sebagai sebuah tantangan.Adapun dimensi dan
    indikator menurut Kusnan dalam Darodjat (2015:85) yaitu :
  20. Tanggung Jawab
    Indikator dari tanggung jawab diartikan bagaimana pelaksanaan tugas dan
    pencapaian hasil karyawan di dalam perusahaan.
  21. Identitas Individu dalam Organisasi
    Identitas Individu dalam Organisasi diartikan karyawan melaksanakan pekerjaannya
    sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) untuk sama-sama disiplin dalam bekerja
    dan mencapai tujuan pada perusahaan.
  22. Kehangatan antar karyawan
    Kehangatan antar pegawai merupakan bagaimana interaksi antar karyawan dalam
    menjalin komunikasi yang baik di dalam perusahaan.
  23. Dukungan
    Dukungan diartikan sebagaimana karyawan saling membantu dan memberikan
    support antar karyawannya.
  24. Konflik
    Konflik diartikan bagaimana karyawan dalam menyelesaikan permasalahan dalam
    perbedaan pendapat antara individu atau kelompok