Pengaruh Work Engagement terhadap Adaptive Performance


Menurut (Katsaros, 2024) bahwa work engagement menunjukkan hubungan
yang positif, langsung dan signifikan dengan adaptive performance. Di buktikan
dengan koefisien regresi yang positif (b = 0.42, p < 0.01). berarti bahwa
peningkatan pada dimensi keterikatan kerja yang ditandai dengan Vigor
(semangat), Dedication (dedikasi), dan Absorption (penyerapan) yang lebih tinggi
secara langsung akan menghasilkan peningkatan kinerja adaptif karyawan. Kondisi
mental yang positif yang tercermin dalam semangat dan dedikasi memberikan
energi psikologis dan motivasi intrinsik bagi karyawan untuk bersikap fleksibel
terhadap perubahan. Karyawan yang engaged cenderung memiliki kesiapan mental
yang lebih baik dalam menghadapi situasi kerja baru, sehingga mampu
menyesuaikan pola pikir, perilaku, dan cara kerja sesuai dengan tuntutan
lingkungan yang dinamis. Kemampuan mereka untuk mengelola perubahan tugas,
teknologi, dan lingkungan kerja secara efektif, selain hubungan langsung,
keterikatan kerja memainkan peran penting sebagai mediator parsial artinya,
praktik kepemimpinan inklusif oleh manajer akan terlebih dahulu meningkatkan
keterikatan kerja karyawan, dan melalui peningkatan semangat serta dedikasi,
kemampuan Gen Z untuk menunjukkan kinerja adaptif ditingkatkan secara
signifikan