Setelah mengetahui adanya faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kepuasan kerja ,
maka ada beberapa point penting yang perlu diketahui dari beberapa tanda-tanda
ketidakpuasan pada karyawan. Menurut As’ad (dalam kinanti ,2012) dijelaskan
bahwa gejala-gejala ketidakpuasan adalah sebagai betikut :
a. Kelesuhan yang berlebihan .karyawan yang tidak nyaman dengan pekerjaan
akan cenderung lesu dalam menghadapi pekerjaan-pekerjaan yang diberikan
kepadanya . Tidak adanaya semangat yang diperlihatkan oleh pegawai tersebut
sehingga menimbulkan kelesuan yang berlebihan dalam bekerja.
b. Banyak bercakap-cakap pada waktu jam kerja, terutama pembicaraan pribadi
masing-masing.Indikasi ini menunjukan ada suatu ketidakpuasan dalam pekerjaan
yang menyebabkan mereka lebih memilih untuk bercakap-cakap dengan karyawan
lainnya.
c. Pemakaian barang-barang kantor dengan boros .Dengan adanya indikasi
ketidaknyamanan,pegawai akan lebih memakai barang-barang kantor ,hal ini
disebabkan karena sering terjadi kesalahan dalam bekerja ataupun melakukan
sesuatu untuk keperluan pribadi, seperti mencetak menggunakan printer kantor
ataupun menggunakan alat tulis berlebihan.
d. Banyak waktu yang terbuang. Tidak nyaman dalam bekerja dapat
menyebabkan kurang cepat dalam menyelesaikan pekerjaan. Hal ini dikarenakan
pegawai lebih fokus kepada hal-hal-hal, seperti mengobrol dengan rekan kerja
ataupun keluar ruangan tanpa adanya tujuan kepentingan pekerjaan.
e. Keteledoran dan ketidakhati-hatian .Ketidaknyamanan dapat menyebabkan
kurang fokusnya dalam bekerja. Ketidak fokusan dalam bekerja menyebabkan
keteledoran untuk ketidak hati-hatiannya dalam menyelesaikan pekerjaan.Hal ini
tentu dapat merugikan perusahan.
f. Ketidaksediaan untuk bekerja sama antara atasan dengan bawahannya
.Hubungan antar atsan dan bawahan salah satu yang terpenting yang mempengaruhi
kepuasan . Jika atasan maupun bawahan tidak bersedia untuk bekerja sama satu
sama lain ,maka akan dirasakan hubungan yang tidak menyenangkan dan dapat
menimbulkan ketidaknyamanan dalam melakukan pekerjaan terutama pekerjaan
yang menyangkut kerja sama team ataupun kelompok.
Ketidakpuasan dapat diekspresikan dalam beberapa cara .Misalnya dari pada
berhenti para karyawan dapat melakukan keluhan ,melakukan pembangkangan
,mencuri barang-barang milik organisasi atau melalaikan sebagian tanggung
jawabnya .Cara cara tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut (Robbins dalam
kaswan ,2012):
- Keluar (Exit), yaitu perilaku yang diarahkan untuk meninggalkan organisasi .
Meliputi mencari posisi baru juga mengundurkan diri. - Bersuara(Voice), yaitu secara akatif dan konstruktif berusaha memperbaiki
kondisi.Meliputi menganjurkan perbaikan,mendiskusikan permasalahan dengan
atasan dan beberapa bentuk serikat kerja - Kesetiaan (Loyality), yaitu pasif tapi optimis menunggu kondisi mengalami
perbaikan .Meliputi berbicara lantang untuk organisasi dalam menghadapi kritikan
eksternal dan mempercayai organisasi dan manajemennya bertindak secara efektif.
73 - Mengabaikan (Neglect), yaitu secara pasif membiarkan keadaan semakin
memburuk .Meliputi kemangkiran atau keterlambatan yang kronik,usaha kerja yang
menurun,dan tingkat kesalahan yang meningkat
