Prinsip Dasar Keuangan (1)

Konsep dasar manajemen keuangan berlandaskan sejumlah prinsip yang membantu manajer mengambil keputusan secara rasional. Prinsip-prinsip tersebut tidak berdiri sendiri, melainkan saling berkaitan dalam praktik pengambilan keputusan.

Prinsip nilai waktu uang

Nilai waktu uang atau time value of money menyatakan bahwa satu unit uang saat ini lebih bernilai daripada satu unit uang dalam jumlah yang sama pada masa depan. Uang yang diterima hari ini dapat diinvestasikan, memperoleh bunga, digunakan untuk kegiatan produktif, atau menghindari risiko ketidakpastian masa depan. Karena itu, arus kas yang diterima lebih cepat umumnya lebih bernilai daripada arus kas yang diterima lebih lambat.

Konsep nilai waktu uang digunakan dalam hampir seluruh keputusan keuangan, terutama penilaian investasi, perhitungan pinjaman, penentuan cicilan, valuasi obligasi, penilaian saham, dana pensiun, dan penentuan harga aset.

Nilai masa depan atau future value dapat dirumuskan sebagai berikut.

FV=PV(1+r)nFV = PV(1+r)^nFV=PV(1+r)n

Keterangan:

FV=nilai masa depanFV = \text{nilai masa depan}FV=nilai masa depan

PV=nilai saat iniPV = \text{nilai saat ini}PV=nilai saat ini

r=tingkat bunga atau tingkat pengembalian per perioder = \text{tingkat bunga atau tingkat pengembalian per periode}r=tingkat bunga atau tingkat pengembalian per periode

n=jumlah perioden = \text{jumlah periode}n=jumlah periode

Sebagai ilustrasi, dana Rp10.000.000 yang diinvestasikan pada tingkat pengembalian 8 persen per tahun selama tiga tahun akan memiliki nilai masa depan sebagai berikut.

FV=Rp10.000.000(1+0,08)3FV = Rp10.000.000(1+0,08)^3FV=Rp10.000.000(1+0,08)3

FV=Rp12.597.120FV = Rp12.597.120FV=Rp12.597.120

Sebaliknya, nilai sekarang atau present value digunakan untuk menentukan nilai saat ini dari uang yang akan diterima pada masa mendatang.

PV=FV(1+r)nPV = \frac{FV}{(1+r)^n}PV=(1+r)nFV​

Apabila perusahaan akan menerima Rp12.597.120 tiga tahun mendatang dan tingkat diskonto adalah 8 persen per tahun, maka nilai sekarang arus kas tersebut adalah Rp10.000.000.

Prinsip nilai waktu uang menunjukkan bahwa keputusan investasi tidak cukup dievaluasi berdasarkan jumlah penerimaan total. Manajer harus mempertimbangkan kapan penerimaan kas terjadi. Proyek dengan penerimaan kas yang lebih cepat dapat lebih menarik daripada proyek dengan total penerimaan nominal yang lebih tinggi tetapi diterima jauh lebih lama.