Manajemen operasional bukan sekadar fungsi teknis untuk memastikan kegiatan harian berjalan. Dalam organisasi modern, operasi merupakan sumber keunggulan kompetitif. Strategi operasi menjelaskan bagaimana organisasi menggunakan kemampuan proses, teknologi, sumber daya, dan jaringan pasok untuk mendukung strategi bisnis.
Slack dan Brandon-Jones menekankan bahwa operasi dapat bersaing melalui lima sasaran kinerja utama, yaitu kualitas, kecepatan, keandalan, fleksibilitas, dan biaya (Slack & Brandon-Jones, 2022). Kelima sasaran tersebut saling berhubungan dan sering menimbulkan trade-off.
| Sasaran kinerja | Makna | Contoh |
|---|---|---|
| Kualitas | Kemampuan menghasilkan produk atau jasa sesuai standar dan harapan pelanggan | Produk makanan aman, layanan administrasi akurat |
| Kecepatan | Kemampuan menyelesaikan dan memberikan layanan dengan cepat | Pengiriman pesanan pada hari yang sama |
| Keandalan | Kemampuan memenuhi janji secara konsisten | Pesanan tiba sesuai jadwal yang dijanjikan |
| Fleksibilitas | Kemampuan merespons perubahan produk, volume, atau kebutuhan pelanggan | Produksi variasi desain berdasarkan pesanan |
| Biaya | Kemampuan menghasilkan output dengan biaya kompetitif | Pengurangan biaya produksi melalui perbaikan proses |
Misalnya, perusahaan ritel daring dapat bersaing melalui kecepatan pengiriman dan keandalan informasi stok. Rumah sakit dapat bersaing melalui kualitas klinis, keselamatan pasien, kecepatan respons, dan empati pelayanan. Perguruan tinggi dapat meningkatkan daya saing melalui mutu pembelajaran, respons administrasi, fleksibilitas pembelajaran digital, serta relevansi lulusan dengan dunia kerja.
Strategi operasi harus selaras dengan strategi bisnis. Apabila perusahaan memilih strategi diferensiasi berbasis kualitas premium, maka operasi harus mendukung standar bahan baku, desain, pengendalian kualitas, keterampilan tenaga kerja, dan layanan purnajual yang tinggi. Apabila perusahaan memilih strategi biaya rendah, maka operasi perlu berfokus pada skala ekonomi, standardisasi, otomatisasi, efisiensi proses, dan pengendalian biaya.
Penyelarasan strategi bisnis dan operasi penting karena keputusan operasi biasanya bersifat jangka panjang serta membutuhkan investasi besar. Keputusan mengenai lokasi pabrik, pemilihan teknologi, kapasitas fasilitas, desain rantai pasok, dan sistem informasi tidak mudah diubah dalam waktu singkat. Kesalahan dalam keputusan strategis dapat menimbulkan biaya tinggi dan mengurangi kemampuan organisasi untuk merespons pasar.
