Pengertian dan Ruang Lingkup Manajemen Keuangan (2)

Secara etimologis, manajemen merupakan proses merencanakan, mengorganisasikan, mengarahkan, dan mengendalikan sumber daya untuk mencapai tujuan tertentu. Keuangan berkaitan dengan aktivitas memperoleh, menggunakan, mengelola, dan mempertanggungjawabkan dana. Oleh sebab itu, manajemen keuangan dapat dimaknai sebagai proses pengelolaan sumber daya finansial organisasi secara sistematis agar tujuan organisasi dapat dicapai secara efektif, efisien, dan berkelanjutan.

Manajemen keuangan tidak semata-mata identik dengan pencatatan transaksi atau penyusunan laporan keuangan. Pencatatan transaksi merupakan fokus utama akuntansi, sedangkan manajemen keuangan berfokus pada pengambilan keputusan berbasis informasi keuangan. Informasi akuntansi menyediakan data historis mengenai kondisi keuangan perusahaan; manajemen keuangan menggunakan informasi tersebut, bersama proyeksi masa depan, untuk menentukan keputusan investasi, pembiayaan, modal kerja, dividen, dan pengendalian risiko.

Gitman et al. (2015) menjelaskan bahwa manajemen keuangan berkaitan dengan keputusan mengenai bagaimana perusahaan memperoleh dana, menggunakan dana, dan mengelola aset untuk menciptakan nilai. Brigham dan Houston (2022) menempatkan manajemen keuangan sebagai aktivitas yang menyangkut keputusan investasi, keputusan pendanaan, dan keputusan pembagian laba. Sementara itu, Van Horne dan Wachowicz (2008) menekankan bahwa manajemen keuangan mencakup kegiatan memperoleh dana, menggunakan dana secara optimal, serta mengelola aset dan kewajiban agar nilai perusahaan meningkat.

Dalam konteks Indonesia, Sutrisno (2017) mendefinisikan manajemen keuangan sebagai seluruh aktivitas perusahaan yang berhubungan dengan usaha memperoleh dana dengan biaya yang paling menguntungkan, menggunakan dana secara efisien, serta membagi hasil operasi perusahaan kepada para pemilik. Definisi tersebut menegaskan bahwa manajemen keuangan memiliki tiga dimensi utama, yaitu perolehan dana, alokasi dana, dan penggunaan hasil usaha.

Ruang lingkup manajemen keuangan dapat dijelaskan melalui beberapa aktivitas berikut.

  • Perencanaan keuangan, yaitu proses memperkirakan kebutuhan dana, sumber pembiayaan, pendapatan, biaya, laba, arus kas, dan posisi keuangan perusahaan pada masa mendatang.
  • Penganggaran keuangan, yaitu penyusunan rencana keuangan dalam bentuk angka untuk periode tertentu, misalnya anggaran penjualan, anggaran produksi, anggaran kas, dan anggaran investasi.
  • Pengadaan atau penghimpunan dana, yaitu aktivitas memperoleh sumber pembiayaan dari modal sendiri, laba ditahan, utang bank, obligasi, penerbitan saham, leasing, maupun sumber lainnya.
  • Pengalokasian dana, yaitu kegiatan menentukan penggunaan dana untuk investasi aset tetap, modal kerja, proyek baru, akuisisi, pengembangan teknologi, dan ekspansi usaha.
  • Pengendalian keuangan, yaitu kegiatan membandingkan realisasi dengan rencana, mengidentifikasi penyimpangan, dan mengambil tindakan korektif.
  • Pengelolaan risiko keuangan, yaitu upaya mengenali, mengukur, memantau, dan mengendalikan risiko likuiditas, risiko kredit, risiko pasar, risiko suku bunga, risiko nilai tukar, dan risiko operasional.
  • Kebijakan laba dan dividen, yaitu penetapan proporsi laba yang akan dibagikan kepada pemegang saham dan proporsi yang ditahan untuk mendanai pertumbuhan perusahaan.

Dengan demikian, manajemen keuangan merupakan fungsi manajerial yang bersifat strategis. Keputusan keuangan memengaruhi kemampuan organisasi bertahan, tumbuh, memenuhi kewajiban, merespons perubahan lingkungan bisnis, dan meningkatkan kesejahteraan pemilik maupun pemangku