Perkembangan komunikasi terpadu
Pada akhir 1980-an dan awal 1990-an, fragmentasi media, meningkatnya persaingan, berkembangnya basis data pelanggan, serta kebutuhan membangun pesan yang konsisten mendorong lahirnya konsep Integrated Marketing Communications atau IMC. Konsep IMC berkembang dalam praktik bisnis Amerika Serikat pada dekade 1980-an dan kemudian dipromosikan secara luas oleh Schultz (1989).
American Association of Advertising Agencies atau 4As mendefinisikan IMC sebagai konsep perencanaan komunikasi pemasaran yang mengakui nilai tambah dari rencana komprehensif yang mengevaluasi peran strategis berbagai disiplin komunikasi—seperti periklanan, respons langsung, promosi penjualan, dan hubungan masyarakat—lalu mengintegrasikannya untuk menghasilkan kejelasan, konsistensi, dan dampak komunikasi yang maksimum.qrbd+1
Caywood, Schultz, dan Wang (1991) menekankan bahwa IMC bukan sekadar penggunaan banyak media secara bersamaan. IMC menuntut koordinasi strategis antaralat komunikasi agar pelanggan menerima pesan merek yang saling menguatkan. Gagasan konseptual IMC kemudian dipublikasikan secara lebih sistematis oleh Schultz, Tannenbaum, dan Lauterborn (1993) melalui buku Integrated Marketing Communications.
Misalnya, apabila suatu bank digital memosisikan dirinya sebagai layanan yang “cepat, aman, dan mudah,” maka iklan digital, desain aplikasi, promosi cashback, konten media sosial, layanan pelanggan, notifikasi transaksi, komunikasi krisis, dan pengalaman pengguna harus konsisten memperkuat tiga asosiasi tersebut. Ketidaksesuaian antara janji iklan dan pengalaman aktual akan melemahkan kredibilitas komunikasi merek.
Kitchen dan Schultz (2000) menjelaskan bahwa IMC berkembang dari koordinasi taktis atas berbagai elemen promosi menjadi proses manajemen strategis yang terintegrasi. Artinya, IMC tidak hanya menyatukan pesan eksternal, tetapi juga menuntut keselarasan komunikasi internal, pengelolaan data pelanggan, pengukuran hasil, dan pengambilan keputusan lintas fungsi.ejournal.uniramalang.ac+1
Kliatchko (2005) mendefinisikan IMC sebagai konsep dan proses pengelolaan program komunikasi merek yang berfokus pada audiens, berorientasi pada saluran, dan didorong oleh hasil secara strategis dalam jangka waktu tertentu. Definisi ini menunjukkan pergeseran penting: IMC tidak hanya berfokus pada konsistensi pesan, tetapi juga pada pemahaman audiens, pemilihan kanal, serta pengukuran dampak komunikasi terhadap tujuan organisasi
