Dari promosi ke komunikasi pemasaran
Perkembangan berikutnya menunjukkan pergeseran istilah dari “promosi” menuju “komunikasi pemasaran.” Pergeseran ini penting karena promosi cenderung dipahami semata-mata sebagai upaya membujuk pelanggan agar membeli, sedangkan komunikasi pemasaran memiliki cakupan yang lebih luas: menyampaikan informasi, membangun pengenalan, membentuk citra, menegaskan nilai, menciptakan hubungan, menangani umpan balik, dan mempertahankan pelanggan.
Belch dan Belch (2004) mendefinisikan promosi sebagai koordinasi seluruh upaya yang diinisiasi penjual untuk membangun saluran informasi dan persuasi dengan tujuan menjual barang atau jasa atau mempromosikan gagasan. Definisi ini menekankan dua fungsi utama promosi, yaitu fungsi informatif dan fungsi persuasif.admin.ijbarr
Fill (2009) menjelaskan bahwa komunikasi pemasaran merupakan proses manajemen yang digunakan organisasi untuk berinteraksi dengan berbagai audiensnya. Dalam proses tersebut, organisasi mengembangkan, menyajikan, dan mengevaluasi serangkaian pesan untuk memengaruhi persepsi, sikap, serta perilaku audiens. Dengan perspektif ini, komunikasi tidak hanya bergerak satu arah dari perusahaan kepada pelanggan, tetapi dapat berlangsung dua arah melalui respons pelanggan, keluhan, ulasan, percakapan, dan interaksi sosial.
Shimp dan Andrews (2013) juga menekankan bahwa komunikasi pemasaran membantu perusahaan membangun kesadaran merek, menciptakan asosiasi merek, menumbuhkan preferensi, mengurangi ketidakpastian pelanggan, serta mendorong pembelian dan loyalitas. Oleh karena itu, komunikasi pemasaran dapat dipandang sebagai “suara” perusahaan dan merek yang menghubungkan organisasi dengan pelanggan, komunitas, mitra, serta pemangku kepentingan lain.
