Struktur dasar TRA
Fishbein dan Ajzen (1975) menyatakan bahwa perilaku aktual terutama ditentukan oleh behavioral intention atau niat berperilaku. Niat mencerminkan kesiapan, kemauan, atau kemungkinan subjektif seseorang untuk melakukan suatu tindakan tertentu. Semakin kuat niat seseorang, semakin tinggi kecenderungannya untuk melakukan perilaku tersebut, selama perilaku tersebut berada dalam kendali sukarela individu.nationalacademies+1
Secara konseptual, TRA menjelaskan hubungan berikut:
Keyakinan→Sikap dan Norma Subjektif→Niat Berperilaku→Perilaku Aktual\text{Keyakinan} \rightarrow \text{Sikap dan Norma Subjektif} \rightarrow \text{Niat Berperilaku} \rightarrow \text{Perilaku Aktual}Keyakinan→Sikap dan Norma Subjektif→Niat Berperilaku→Perilaku Aktual
Menurut Fishbein dan Ajzen (1975), niat berperilaku ditentukan oleh dua konstruk utama:
BI=w1(AB)+w2(SN)BI = w_1(AB) + w_2(SN)BI=w1(AB)+w2(SN)
dengan BIBIBI sebagai behavioral intention, ABABAB sebagai sikap terhadap perilaku (attitude toward behavior), SNSNSN sebagai norma subjektif (subjective norm), serta w1w_1w1 dan w2w_2w2 sebagai bobot relatif dari pengaruh sikap dan norma subjektif pada konteks perilaku tertentu. Rumusan ini tidak berarti bobot sikap dan norma selalu sama; dalam beberapa perilaku, keputusan lebih dipengaruhi oleh pertimbangan pribadi, sedangkan pada perilaku lain tekanan atau dukungan sosial dapat lebih dominan.
