Teori sinyal adalah suatu tindakan yang diambil perusahaan untuk member
petunjuk bagi investor tentang bagaimana manajemen memandang prospek
perusahaan. Sinyal ini berupa informasi mengenai apa yang sudah dilakukan
oleh menejemen untuk merealisasikan keinginan pemilik. Informasi yang
dikeluarkan oleh perusahaan merupakan hal penting, karena pengaruhnya
terhadap keputusan investasi pihak diluar perusahaan. Informasi tersebut
penting bagi investor dan pelaku bisnis karena informasi pada hakekatnya
menyajikan keterangan, catatan, atau gambaran, bak untuk keadaan masa
lalu, saat ini maupun yang akan datang.
Signaling theory menjelaskan mengapa perusahaan mempunyai dorongan
untuk memberikan informasi laporan keuangan pada pihak eksternal.
Dorongan perusahaan untuk memberikan informasi karena terdapat asimetri
informasi anatara pihak perusahaan dan pihak luar karena perusahaan
mengetahui lebih banyak mengenai perusahaan dan prospek yang akan
datang daripada pihak luar. Hubungan teori sinyal dengan penelitian ini
menunjukan bahwa holding period saham sering dianggap sebagai sinyal
bagi investor dalam menilai baik buruknya perusahaan, hal ini disebabkan
karena dimana investor melakukan holding period saham dapat membawa
pengaruh terhadap harga saham perusahaan. Ketika perusahaan memberikan
sinyal yang baik kepada investor dianggap sebagai sinyal tersebut memiliki
prospek yang baik di masa depan
