Menurut Tandelilin (2010) dalam Dwifoni (2015) proses investasi meliputi
pemahaman dasar-dasar keputusan investasi dan bagaimana mengorganisir
aktivitas-aktivitas dalam proses keputusan investasi. Tandelilin (2010) dalam
Dwifoni (2015) Ada beberapa proses investasi, yaitu:
Proses Keputusan Investasi
Proses investasi merupakan bagaimana pemodal seharusnya melakukan
investasi dalam sekuritas, yaitu menyangkut sekuritas yang akan dipilih,
seberapa banyak investasi tersebut, dan kapan investasi tersebut akan
dilakukan. Berikut ini merupaan proses keputusan investasi:
a. Penentuan tujuan investasi, tujuan investasi satu investor dengan
investor lain tentunya berbeda-beda, tergantung dari karakteristik
individualnya.
b. Penentuan kebijakan investasi, tahap ini meliputi keputusan alokasi
aset yaitu distribusi aset ke dalam berbagai kelas aset yang tersedia
seperti saham, obligasi, real estate dan lain-lian, batasan jumlah dana,
dan pajak serta biaya pelaporan yang harus ditanggung.
c. Pemilihan strategi portofolio, strategi portofolio aktif dimana investor
menggunakan berbagai informasi dan teknik peramalan yang ada
untuk mencari kombinasi portofolio yang terbaik.
d. Pemilihan aset, untuk mencari kombinasi portofolio yang efisien,
yaitu portofolio yang menawarkan return diharapkan tertinggi dengan
tingkat resiko tertentu atau sebaliknya menawarkan return diharapkan
tertentu dengan tingkat resiko terendah.
e. Pengukuran dan evaluasi kinerja portofolio, jika tahap pengukuran
dan evaluasi kinerja telah dilewati dan ternyata hasilnya kurang baik,
maka proses keputusan investasi harus dimulai lagi dari tahap
pertama
Dasar Keputusan Investasi
Dasar keputusan investasi merupakan faktor penting dalam fungsi
keuangan perusahaan. Fama (1978) menyatakan bahwa nilai perusahaan
semata-mata ditentukan oleh keputusan investasi. Dasar keputusan
investasi terdiri dari tingkat return harapan, tingkat resiko serta hubungan
antara return resiko. Berikut ini akan dibahas masing-masing keputisan
investasi:
a. Return
Alasan utama orang berinvestasi adalah untuk memperoleh
keuntungan. Pada kontes manajemen investasi, perlu dibedakan antara
return harapan (expected return) dan return actual atau yang terjadi
diantisipasi investor di masa datang.
b. Resiko
Jika seorang mengharapkan return yang tinggi maka akan ada risko
yang harus ditanggung oleh seorang investor. Umumnya semain besar
resiko, maka semakin besar pula tingkat return harapan.
c. Hubungan Tingkat Resiko dan Return Harapan
Artinya semakin besar resiko suatu aset, semakin besar pula return
harapan atas aset tersebut, demikian sebaliknya.
