Menurut Farida & Hartono (2016) ada dua jenis motivasi yaitu motivasi
positif dan motivasi negatif.
1) Motivasi Positif (Insentif Positif)
Motivasi Positif (Insentif Positif) adalah manajer memotivasi
(merangsang) bawahan dengan memberikan hadiah kepada mereka yang
berprestasi diatas prestasi standar atau proses mempengaruhi orang lain agar
menjalankan sesuatu yang kita inginkan dengan memberikan kemungkinan
untuk mendapatkan hadiah.
2) Motivasi Negatif (Insentif Negatif)
Motivasi Negatif (Insentif Negatif) adalah manajer memotivasi
bawahan dengan standar mereka akan mendapat hukuman atau proses untuk
mempengaruhi seseorang agar mau melakukan sesuatu yang kita inginkan
tetapi teknik dasar yang digunakan adalah lewat kekuatan ketakutan.
c. Indikator Motivasi
Menurut Sunyoto (dalam Hendri sembiring, 2019) indikator motivasi
adalah sebagai berikut:
1) Promosi
Promosi adalah kemampuan seorang karyawan pada suatu tugas yang lebih
baik, baik dipandang dari sudut tanggung jawab yang lebih berat, martabat
atau status yang lebih tinggi, kecakapan yang lebih baik dan terutama
tambahan pembayaran upah dan gaji.
2) Prestasi kerja
Pangkal tolak pengembangan karir seseorang adalah prestasi kerjanya,
melakukan tugas yang dipercayakan kepadanya sekarang.
3) Pekerjaan itu sendiri
Semua pihak seperti pimpinan, atasan langsung, dan para spesialis di bagian
kepegawaiannya hanya berperan memberikan bantuan
4) Penghargaan
Pemberian motivasi dengan melalui kebutuhan penghargaan seperti
penghargaan atas prestasinya, pengakuan atas keahlian dan sebagainnya. Hal
yang sangat diperlukan untuk memacu gairah kerja bagi para karyawan.
5) Pengakuan
Pengakuan atas kemampuan dan keahlian bagi karyawan dalam suatu
pekerjaan merupakan suatu kewajiban bagi perusahaan
6) Keberhasilan dalam bekerja
Keberhasilan dalam bekerja dapat memotivasi para karyawan untuk lebih
bersemangat dalam melaksanakan tugas-tugas yang diberikan oleh
perusahaan.
