Kasmir (2020) menyatakan bahwa kinerja karyawan diukur menggunakan enam
metrik, yaitu:
- Kualitas
Sejauh mana proses penyelesaian atau hasil suatu kegiatan mendekati
kesempurnaan dikenal sebagai kualitas. Semakin baik produk yang dihasilkan,
semakin baik pula kinerjanya; jika pekerjaan yang dihasilkan berkualitas
buruk, kinerjanya pun akan buruk. - Jumlah
Kuantitas (jumlah) hasil kerja seseorang juga dapat digunakan untuk mengukur
kinerjanya. - Waktu (Jangka Waktu)
Terdapat tenggat waktu untuk menyelesaikan suatu pekerjaan. Ini menyiratkan
adanya tenggat waktu yang harus dipenuhi, baik minimum maupun
maksimum.. - Kolaborasi Karyawan
Kerja sama antara pemimpin dan staf sering dikaitkan dengan kinerja.
Interpersonal adalah istilah umum yang digunakan untuk menggambarkan
interaksi ini. Hubungan ini menilai kapasitas karyawan untuk menumbuhkan
rasa kolaborasi, kebaikan, dan rasa hormat satu sama lain. - Manajemen Biaya
Setiap pengeluaran kegiatan lembaga direncanakan sebelum dilaksanakan.
Dengan kata lain, anggaran pengeluaran berfungsi sebagai panduan untuk
memastikan pengeluaran tidak melebihi jumlah yang dialokasikan.
