Teori Keagenan ( Agency Theory)


Menurut Supriyono, (2018) Konsep teori keagenan (Agency Theory)
yaitu hubungan kontraktual atara prinsipal dan agen. Hubungan ini
dilakukan untuk suatu jasa dimana princial memberi wewenang kepada
agen mengenai pembuatan keputusan yang terbaik bagi principal dengan
mengutamakan kepentingan dalam mengoptimalkan laba perusahaan
sehingga memanimalisir beban termasuk beban pajak dengan melakukan
penghindaran pajak
Teori Keagenan menurut Ramadona (2016) adalah teori yang
berhubungan dengan perjanjian antar anggota diperusahaan .Teori ini
menerangkan tentang pemantauan bermacam-macam jenis biaya dan
memaksakan hubungan antara kelompok tersebut. Hubungan keagenan
merupakan suatu kontrak dimana satu atau lebih orang (prinsipal)
memerintah orang lain (agen) untuk melakukan jasa atas nama prinsipal
serta memberi wewenan kepada agen membuat keputusan yang terbaik
bagi prisipal, Ichsan (2013). Jika prinsipal dan agen memiliki tujuan yang
sama maka agen akan mendukung dan melaksanakan semua yang
diperintahkan oleh prinsipal .
Pertentangan terjadi apabila agen tidak menjalankan perintah prinsipal
untuk kepentingannya sendiri. Dalam penelitian ini, pemerintah adalah prinsipal
sedangkan perusahaan adalah agen. Pemerintah yang bertindak sebagai prinsipal
memerintahkan kepada perusahaan untuk membayar pajak sesuai dengan
perundang-undangan pajak. Hal yang terjadi adalah perusahaan sebagai agen lebih
mengutamakan kepentingannya dalam mengoptimalkan laba perusahaan sehingga
meminimalisir beban, termasuk beban pajak dengan melakukan penghindaran
pajak. Manajer perusahaan yang berkuasa dalam perusahaan untuk pengambilan
keputusan sebagai agen memiliki kepentingan untuk memaksimalkan labanya
dengan kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan. Karakter manajer
perusahaan tentunya mempengaruhi keputusan manajer untuk memutuskan
kebijakannya untuk meminimalkan beban termasuk beban pajak dengan
mempertimbangkan berbagai macam hal seperti sales growth atau leverage.
Teori keagenan-hestanto
Sales growth yang semakin meningkat tentunya menggambarkan
laba yang semakin meningkat pula sehingga manajer akan berfikir untuk
memaksimalkan labanya dengan cara apapun. Begitu juga dengan leverage,
kebijakan leverage yang digunakan oleh para manajer untuk memperoleh
pendanaan dari eksternal demi kelangsungan operasional akan
meningkatkan bunga namun memperkecil beban pajak karena semakin
besar perlindungan pajak. Kedua hal tersebut menjadipertimbangan manajer
dalam memutuskan kebijakan untuk memaksimalkan labanya. Teori
keagenan-hestant