Struktur modal merupakan salah satu faktor pertimbangan investasi
yang cukup penting, karena berkaitan dengan risiko dan pendapatan yang
akan diterima investor. Struktur modal adalah fungsi pendanaan yang
harus dibuat oleh manajemen dalam rangka pembiayaan investasi untuk
mendukung kinerja dan operasional perusahaan, dalam perspektif
manajemen keuangan perusahaan memiliki peran penting untuk
menentukan bagaimana cara perusahaan dalam menciptakan dan menjaga
nilai ekonomis atau kekayaan (Yuliani, 2021).
Struktur modal didefinisikan sebagai komposisi modal perusahaan
dilihat dari sumber khusus dan menunjukkan porsi dari modal perusahaan
yang berasal dari sumber utang (kreditur) dan sekaligus porsi modal yang
berasal dari pemilik sendiri (owners’ equity) (Yuliani, 2021). Gitman dan
Zutter dalam Yuliani (2021) mengatakan bahwa struktur modal
perusahaan merupakan kumpulan dana yang digunakan dan dialokasikan
oleh perusahaan dimana dana tersebut diperoleh dari hutang jangka
panjang dan modal sendiri. Struktur modal diukur menggunakan debt to
equity ratio dapat didefinisikan sebagai ukuran yang dipakai dalam
menganalisis laporan keuangan untuk memperlihatkan besar jaminan yang
tersedia untuk kreditur.
Teori agensi menjelaskan bahwa biaya agensi yang lebih tinggi
dialami oleh bisnis yang struktur modal perusahaan didominasi oleh
hutang. Perusahaan yang memiliki rasio hutang yang tinggi lebih
berkewajiban untuk melaksanakan pemenuhan persyaratan informasi
kreditur jangka panjang
