Tahapan Kepuasan Konsumen


Wilkie dikutip oleh Kuncoro, membagi kepuasan pelanggan ke dalam lima
tahapan yaitu: (Dharasta, 2019)

  1. Expectations (Pengharapan).
    Sebelum melakukan pembelian terhadap suatu produk atau jasa,
    pelanggan telah memiliki ekspektasi bahwa jika nanti dia membeli produk
    atau jasa ini maka dia mengharapkan akan menerima suatu tingkatan nilai
    yang didefinisikan oleh mahasiswa itu sendiri. Selanjutnya adalah kegiatan
    pengambilan keputusan membelian.
  2. Performance (Kinerja).
    Setelah mahasiswa melakukan transaksi pembelian maka kemudian
    mahasiswa mengalami suatu situasi atau kondisi yang disebabkan oleh
    kinerja dari produk atau jasa yang telah dibelinya
  3. Comparison (Membandingkan).
    Tahap ini pelanggan mulai membandingkan antara harapan yang dia
    inginkan sebelum membeli produk atau jasa tersebut dengan perasaan atau
    pengalaman yang diterima dari kinerja produk atau jasa tersebut.
  4. Confirmation/Disconfirmation (Konfirmasi/Diskonfirmasi).
    Tahap ini pelanggan memperoleh suatu hasil dari perbandingan antara
    harapan dan kinerja produk atau jasa yang dibelinya. Apabila kinerja produk
    atau jasa tersebut sama dengan yang diharapkan, maka pelanggan mengalami
    confirmation of expectations. Sebaliknya jika kinerja produk atau jasa
    tersebut lebih atau kurang dari yang diharapkan, maka konsumen mengalami
    disconfirmation of expectations. Disconfirmation of expectations itu sendiri
    terbagi dua yaitu positive dan negative disconfirmation of expectations. 5. Discrepancy (Ketidaksesuaian).
    Tahap ini konsumen akan mulai mengalami ketidakpuasan karena kinerja
    dari produk atau jasa tersebut tidak sesuai dengan apa yang diharapkan. Hal
    ini akan mendorong pada pengambilan keputusan untuk berpindah pada
    produk atau jasa kompetitor.
    Menurut Zeithaml dan Bitner dalam Travel kepuasan konsumen diciptakan
    melalui kualitas, pelayanan konsumen dan nilai. Berikut akan diuraikan satu-per
    satu: (Sutapa, 2019)
  5. Kualitas
    Kualitas mempunyai hubungan yang erat dengan pelanggan. Kualitas
    akan mendorong konsumen untuk menjalin hubungan yang erat dengan
    perusahaan. Dalam jangka panjang, ikatan ini memungkinkan perusahaan
    untuk memahami harapan dan kebutuhan konsumen. Kepuasan pelanggan
    pada akhirnya akan menciptakan loyalitas pelanggan kepada perusahaan yang
    akan memberikan kualitas yang memuaskan mereka.
  6. Pelayanan konsumen
    Pelayanan konsumen tidak hanya sekedar menjawab pertanyaan dan
    keluhan konsumen mengenai suatu produk atau jasa yang tidak memuaskan
    mereka, namun lebih dari pemecahan yang timbul setelah pembelian.
    Menurut Kotler hubungan dengan konsumen dapat dibedakan menjadi
    lima tingkat, yaitu: (Kotler & Kevin lane keller, 2017)
  7. Pemasaran Dasar (basic marketing). Tenaga pemasar melakukan
    penjaulan produk kepada nasabah tetapi tidak menghubungi pelanggan
    lagi.
  8. Pemasaran Bertanggung Jawab (accountable marketing). Tenaga
    pemasar menghubungi pelanggan segera setelah penjualan untuk
    menanyakan apakah produk memenuhi harapan pelanggan.
  9. Pemasaran Reaktif (reactive marketing). Tenaga pemasar menjual
    produk dan meminta pelanggan menghubungi bila pelanggan
    mempunyai pertanyaan atau keluhan.
  10. Pemasaran Proaktif (proactive marketing). Tenaga pemasar
    menghubungi pelanggan dari waktu ke waktu dengan saran untuk
    peningkatan penggunaan produk atau produk baru yang berguna.
  11. Pemasaran Kemitraan (partnership marketing). Perusahaan terus
    bekerjasama dengan pelanggan untuk mencapai penghematan bagi
    pelanggan atau membantu pelanggan dengan baik.
  12. Nilai
    Nilai menurut pelanggan adalah selisih antara evaluasi calon pelanggan
    atas semua manfaat serta semua biaya tawaran tertentu dan alternatif-alternatif
    lain yang dipikirkan. Dengan demikian, nilai yang dipikirkan pelanggan
    didasarkan pada perbedaan antara apa yang didapatkan pelanggan dan apa yang
    diberikannya untuk berbagai kemungkinan pilihan