Menurut Tjiptono (2008:235), strategi bauran promosi berupaya
memberikan distribusi yang optimal dari setiap metode promosi. Tugas
tersebut tidaklah mudah mengingat efektivitas masing-masing metode
berbeda dan yang paling repot, setiap metode kadang-kadang tumpang
tinding (overlap) dengan metode yang lain. Berikut ini adalah factor yang
menentukan bauran promosi.
- Faktor Produk
Yaitu mempertimbangkan karakteristik dan cara produk itu
dibelikan, dikonsumsi dan dipersepsikan. - Faktor Pasar
a. Tahap perkenalan
b. Tahap pertumbuhan
c. Tahap kedewasaan
d. Tahap penurunan - Faktor Pelanggan
Pelanggan rumah tangga lebih mudah dipikat dengan iklan, karena
untuk mencapai mereka metode tersebut paling murah, sedangkan
jika sasaran yang dituju adalah pelanggan industri, maka perusahaan
harus menggunakan personal selling agar dapat memberi penjelasanpenjelasan dan jasa-jasa tertentu yang berkaitan dengan produk. - Faktor Anggaran
Jika perusahaan memiliki dana promosi yang besar, maka
peluangnya untuk menggunakan iklan yang bersifat nasional juga
besar. Sebaliknya bila dana yang tersedia terbatas, maka perusahaan
dapat memilih personal selling, promosi penjualan atau iklan
bersama di dalam wilayah lokal atau regional. - Faktor Bauran Pemasaran
a. Harga yang tinggi sering dianggap pelanggan berkorelasi positif
dengan kualitas yang juga tinggi.
b. Jika pendistribusian dilakukan secara langsung, maka
karakteristiknya mensyaratkan penggunaan personal selling,
sedangkan apabila secara tidak langsung maka dibutuhkan iklan
karena terbatasnya jumlah armada penjualan yang dipakai.
Sebagaimana halnya dengan produk, merek baru memerlukan daur
hidup. Pada tahap perkenalan, suatu merek baru memerlukan iklan yang
gencar untuk memperkenalkannya. Memasuki tahap pertumbuhan, iklan
harus dikombinasikan dengan personal selling. Setelah tahap ini dengan
segala aktivitas promosi mulai menurun, sehingga pada tahap kedewasaan
pemasar dapat menerapkan life-extension strategy, harvest atau
memperkenalkan merek baru
